> >

Pemimpin Chechnya Minta Erdogan Tak Mengevakuasi Pejuang Ukraina, Ini Alasannya

Krisis rusia ukraina | 16 Mei 2022, 14:37 WIB
Ilustrasi. Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov berpidato dalam apel pasukan Chechnya di Grozny, Chechnya, Federasi Rusia pada 25 Februari 2022. Kadyrov mengklaim dirinya kini berada di Kyiv, Ukraina bersama pasukan Rusia. (Sumber: Musa Sadulayev/Associated Press)

KOMPAS.TV - Pemimpin Chechnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov, meminta Presiden Turki Recap Tayyip Erdogan, untuk tidak membantu evakuasi pejuang Ukraina yang terjebak di pabrik baja Azovstal di Mariupol, Ukraina. Demikian seperti dilaporkan Al-Arabiya, Minggu (15/5/2022).

Batalion Azov merupakan milisi sayap kanan yang saat ini menjadi bagian dari Garda Nasional Ukraina.

"Dengan segala hormat kepada pemimpin negara Muslim, saya ingin mengingatkan bahwa rezim Azov adalah kelompok kriminal fasis-Nazi bersenjata yang terlibat dalam sejumlah pembunuhan dan kekejaman terhadap warga sipil di Donbass," tulis Kadyrov di Telegram seperti dilansir dari kantor berita Rusia, TASS.

Kadyrov bahkan menyebut secara gamblang bahwa orang-orang Azov tidak beragama (atheis) dan merupakan pembunuh yang sedang pura-pura tidak bersalah dan menjadi korban agresi Rusia.

"Jangan sampai Anda tertipu oleh kriminal yang ingin menghindari pengadilan dan hukuman dengan membantu mereka," kata Kadyrov.

Baca Juga: Dubes AS untuk Ukraina: Ancaman Kosong Putin kepada Finlandia dan Swedia Bukti Salah Perhitungan

Juru Bicara (jubir) Erdogan, Ibrahim Kalin, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah Turki menawarkan bantuan evakuasi para pejuang Ukraina yang terjebak di pabrik baja Azovstal melalui jalur laut kepada pemerintah Ukraina.

Dalam wawancaranya pada Sabtu (14/5/2022) Kalin juga menyampaikan, pihaknya telah mendiskusikan tawaran tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, meski pemerintah Rusia belum menyetujui hal itu.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendeklarasikan kemenangan di Mariupol. Ia memerintahkan militer Rusia untuk tidak menyerbu, melainkan memblokade Azovstal sekitar sebulan yang lalu.

Sebaliknya, pejuang Ukraina di Azov menegaskan bahwa wilayah mereka tidak dalam kendali Rusia. Mereka melaporkan bahwa pertempuran belum selesai dan pasukan Rusia masih terus berusaha menyerbu pabrik baja Azovstal. Mereka juga mengatakan bahwa para pejuang Ukraina yang terluka di sana sedang sekarat.

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU