> >

Gunakan Helikopter, Israel Bom Kamp Pengungsian di Tepi Barat, Jenazah Bertebaran

Kompas dunia | 7 Januari 2024, 15:39 WIB
Seorang ibu Palestina di Jenin, Tepi Barat, bersama anaknya menghindari gempuran Israel. Pasukan Israel menyerang dan mengebom kamp pengungsian di Jenin, Tepi Barat, Minggu (7/1/2024). Israel dilaporkan mengebom Alun-Alun Syuhada di Jenin saat terdapat perkumpulan dan menyebabkan banyak korban jiwa. (Sumber: AP Photo)

JENIN, KOMPAS.TV - Pasukan Israel menyerang dan mengebom kamp pengungsian di Jenin, Tepi Barat, Minggu (7/1/2024). Israel dilaporkan mengebom Alun-Alun Syuhada di Jenin saat terdapat perkumpulan dan menyebabkan banyak korban jiwa.

Menurut laporan Al Jazeera, berdasarkan keterangan saksi mata, jenazah bertebaran di lokasi kejadian. Militer Israel dilaporkan mengebom kamp pengungsian tersebut dengan helikopter penyerang.

Baca Juga: Sidang Genosida Palestina Digelar Pekan Depan, Bisakah Mahkamah Internasional Menghukum Israel?

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan setidaknya enam orang Palestina terbunuh pengeboman Israel di Jenin. Sedangkan pihak Israel melaporkan seorang polisi tewas karena alat peledak terimprovisasi (IED).

"Dia (anggota polisi yang tewas) berada dalam mobil operasional yang terkena alat peledak," demikian keterangan kepolisian Israel.

Sejumlah anggota polisi pun dilaporkan terluka akibat ledakan. Kepolisian Israel menyatakan helikopter penyerang kemudian datang untuk melindungi unit kepolisian tersebut dari lemparan alat peledak.

Situasi di Tepi Barat sendiri turut memanas sejak perang Israel-Gaza meletus pada 7 Oktober lalu. Serangkaian operasi militer Israel dan kekerasan pemukim telah menewaskan setidaknya 325 orang di Tepi Barat, termasuk 83 anak-anak.

Sementara itu, di Jalur Gaza, serangan Israel telah membunuh 22.600 orang, termasuk 9.600 anak-anak dan 6.750 perempuan.

Baca Juga: Deretan Isu Dinantikan Publik di Debat Capres 7 Januari, Layanan SIM hingga Konflik Israel-Palestina

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Al Jazeera


TERBARU