> >

Gubernur Anies Kunjungi Toko Roti Tertua di Jakarta: Rasanya Dapat, Sejarahnya Juga

Cerita rasa | 9 Maret 2021, 09:28 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan saat mengunjungi  Maison Weiner Cakeshop di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021) (Sumber: instagram Anies Baswedan)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Sambil mengenakan baju dinas, Gubernur DKI Jakarta mengunjungi toko roti tertua di Jakarta,  Maison Weiner Cakeshop di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin sore (8/3/2021). Toko roti yang disebut  "bengkel koewe" itu  didirikan oleh Nyonya Gem (Lee Liang Mey) sejak 1936.
 
Sampai sekarang, toko roti itu masih tetap buka menyapa pelanggannya. Bentuk bangunan lamanya  tidak berubah dari dulu dengan kanopi warna warni.  "Kami disambut Ibu Siane Gunawan, menantu dari generasi ke-3 pemilik Maison Weiner, yang selama 30 tahun ini telah sehari-hari mengelola toko kue ini," kata Anies yang dibagikan melalui akun instagramnya.

Baca Juga: Anies Copot Dirut Sarana Jaya Gara-Gara Tersangka Korupsi Rumah DP 0 Persen?

Anies kepincut dengan toko ini karena cita rasanya yang tidak banyak berubah dan sejarah  yang melatarinya. "Toko ini menyimpan banyak cerita dari masa penjajahan, khususnya pada masa penjajahan Jepang. Semua kue dan roti yang dibuat hari ini masih menggunakan resep yang sama bahkan masih memakai oven yang sama sejak awal toko ini berdiri. Bukan cuma dapat rasanya, tapi juga dapat sejarahnya," ujar Anies.


karena banyaknya pilihan Anies pun membeli banyak jenis untuk dibawa pulang. "Tadi mencicipi rozijnenbrood (roti kismis) dan akhirnya membungkus berbagai jenis roti lainnya juga untuk dibawa pulang, karena terlalu banyak pilihan..." akunya.

Baca Juga: Anies Baswedan Perpanjang PPKM Mikro Hingga 22 Maret 2021


Jakarta memang menyimpan banyak tempat kuliner legendaris mulai dari makanan tradisional sampai makanan barat.  Anies juga bertanya, tempat kuliner legendaris mana lagi yang perlu dia cicipi. "Apa lagi tempat makan legendaris yang sudah puluhan tahun di Jakarta yang perlu saya cicipi?" tanyanya.

Dikutip dari Kompas. com, di zaman penjajahan Jepang,  toko roti ini paling digemari tentara Jepang (Kempeitai).  Citra galak dari para Kempeitai ini cukup melekat bagi warga Jakarta. Namun Lee Liang Mey atau Nyonya Gem tidak merasa takut dengan Kempeitai karena Kempeitai sering membeli kue di Maison Weiner.

"Dari tempat ini (Maison Weiner) juga dekat sama tangsinya Kempeitai, sekarang sudah jadi Brimobnya Kwitang, jadi mereka banyak datang ke mari karena kita satu-satunya bakery pada saat itu ya," ujar Heru, cucu Nyonya Gem. 

 Selain karena letak Maison Weiner yang dekat dari asrama Kempeitai, Nyonya Gem juga bercerita kalau Kempeitai sering membeli kue di Maison Weiner karena bagi mereka banyak kue di Maison Weiner yang memiliki kemiripan dengan roti di Jepang.

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU