Apakah Baik Olahraga Setelah Sahur? Begini Penjelasan Ahli
Kesehatan | 27 Februari 2025, 05:10 WIBJAKARTA, KOMPAS.TV - Apakah olahraga setelah sahur baik dilakukan? Secara umum, olahraga setelah sahur kurang direkomendasikan karena bisa mempercepat penggunaan energi dan membuat tubuh lemas sepanjang hari.
Dosen Departemen Gizi Kesehatan FKKMK Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD., Ph.D., menjelaskan, waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah 30 menit hingga satu jam sebelum berbuka atau setelah salat tarawih.
Baca Juga: Kemenham Jateng Selidiki Pemecatan Vokalis Sukatani Novi Citra Indriyati sebagai Guru, Ini Hasilnya
Olahraga apa yang cocok saat puasa ramadhan?
Menurutnya, olahraga pada pagi hari, termasuk setelah sahur, kurang ideal bahkan bisa berisiko bagi sebagian orang. Pasalnya, olahraga di waktu ini akan mempercepat penggunaan energi sehingga gula darah turun lebih cepat.
"Tidak ideal berolahraga di pagi hari saat puasa karena ketahanan tubuh lebih lemah. Tubuh akan mencari sumber alternatif pembakaran, yang seharusnya bisa bertahan delapan jam, tetapi karena digunakan untuk olahraga, maka energi lebih cepat habis," ungkap Tony, mengutip Kompas.com beberapa waktu lalu.
Bagi penderita diabetes, olahraga pagi saat puasa bisa meningkatkan risiko hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah, yang bisa berbahaya bagi kesehatan.
Alternatif olahraga sebelum sahur Meski olahraga setelah sahur tidak direkomendasikan, ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa olahraga sebelum sahur bisa menjadi alternatif.
Dilansir dari The National, bagi yang terbiasa berolahraga dengan perut kosong, latihan sebelum sahur bisa dilakukan dengan intensitas ringan.
Tubuh masih memiliki energi dari makanan sebelumnya dan bisa segera mendapatkan asupan nutrisi setelah olahraga.
Hal senada diungkapkan Dosen Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kunjung Ashadi.
Menurutnya, olahraga sebelum sahur bisa membuat tubuh lebih segar saat salat subuh dan menjalani aktivitas pagi.
"Semuanya kembali ke individu masing-masing. Yang penting olahraga, bisa sore, bisa setelah tarawih, atau bahkan sebelum sahur," ujarnya, seperti dilansir dari situs UNESA.
Baca Juga: Pihak Label Buka Suara soal Penarikan Lagu Band Sukatani "Bayar Bayar Bayar" dari Platform Digital
Namun, olahraga saat puasa tetap perlu dilakukan dengan durasi dan frekuensi yang tepat. WHO merekomendasikan olahraga tiga sampai lima kali seminggu dengan total 150 menit per minggu.
Selain itu, olahraga tidak disarankan dilakukan setiap hari tanpa istirahat.
Sebab, jika dilakukan tanpa jeda, sel-sel otot bisa mengalami kerusakan dan meningkatkan risiko overtraining, yang dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Iman-Firdaus
Sumber : Kompas TV