> >

Tips Cegah Gangguan Pencernaan saat Puasa Ramadan

Kesehatan | 27 Februari 2025, 04:30 WIB
Terkadang, puasa Ramadan seringkali diganggu oleh gangguan pencernaan (Sumber: foto.wuestenigel.com/Marco Verch)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Terkadang, puasa Ramadan terganggu urusan pencernaan. Gangguan pencernaan yang sering kali dialami biasanya selama puasa Ramadan, meliputi diare, nyeri ulu hati, dan asam lambung.

Sebenarnya, gangguan pencernaan yang sering kali terjadi selama puasa Ramadan disebabkan oleh pola makan dan pilihan makanan yang tidak benar saat berbuka dan sahur.

Menurut Dr. Ifa Mufida, dokter Poiklinik Universitas Negeri Malang (UM), dalam pernyataannya di situs resmi Universitas Negeri Malang, sebagian besar orang mengalami gangguan pencernaan selama puasa Ramadan karena tidak sahur, kurang minum air putih, atau makan makanan yang merangsang asam lambung.

Baca Juga: Tips Ajarkan Anak Berpuasa secara Menyenangkan Menurut Psikolog

Menghindari makanan yang merangsang asam lambung

Ifa mengatakan bahwa setelah sekitar 14 jam berpuasa, semestinya lambung sudah dalam kondisi kosong.

"Namun, jika diisi dengan jenis makanan yang merangsang asam lambung akan menyebabkan gangguan pencernaan terjadi," ujar Ifa mengutip situs UM, Selasa (25/2/2025).

Jenis makanan yang merangsang asam ambung, meliputi makanan pedas, makanan berminyak, makanan bersalntan, dan makanan berlemak. Makanan yang mengandung gas tinggi juga bisa merangsang asam lambung.

Contoh makanan ini adalah kol, durian, dan nangka. Makanan instan juga umum menyebabkan naiknya asam lambung selama puasa Ramadan.

Hal itu karena banyaknya kandungan bahan kimia dari penyedap, pengawet, dan mungkin adanya pewarna dalam makanan yang bersifat iritatif.

Makan makanan karbohidrat kompleks

Ifa menyarankan, memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat berbuka dan sahur untuk menghindari energi cepat hilang dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Karbohidrat kompleks dilepaskan secara perlahan-lahan oleh tubuh untuk dicerna.

Makanan sumber karbohidrat kompleks, seperti buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, gandum utuh dan polong-polongan.

Minum banyak air putih

Selama puasa Ramadhan, Anda perlu memerhatikan tubuh Anda tetap terhidrasi dengan baik. Caranya adalah dengan banyak minum air putih selama berbuka dan sahur. Hidrasi tubuh yang cukup membantu melancarkan pencernaan dan mendukung kesehatan lainnya.

"Jika dehidrasi, Anda berisiko mengalami sembelit, sakit kepala, dan nyeri punggung. Kurang mengkonsumsi air putih selama puasa juga akan berpengaruh terhadap naiknya asam lambung," jelas Ifa.

"Sebagian besar orang yang mengeluhkan gangguan pencernaan ternyata memang kurang minum air putih. Kebutuhan rata-rata orang dewasa minum air setiap hari adalah 8 gelas atau sekitar dua liter,"

"Selama puasa Ramadhan, kebutuhan itu bisa diatur dengan minum setidaknya 4 gelas ketika berbuka dan 4 gelas saat makan sahur," tukasnya.

Baca Juga: Kapan Batas Waktu Bayar Utang Puasa Ramadan Tahun Lalu? Ini Penjelasannya

Menghindari tidur dalam keadaan perut kenyang

Tidur dengan perut yang terlalu kenyang dapat mencegah sistem pencernaan bekerja dengan baik. Akibatnya, Anda berisiko mengalami gangguan pencernaan setelahnya.

Untuk mencegah itu terjadi, disarankan untuk Anda berhenti makan setidaknya dua jam sebelum tidur.

Hal ini bisa sulit, jika Anda membiasakan diri makan besar dalam sekali waktu dan langsung tidur. Sangat dianjurkan untuk membagi waktu makan dengan baik selama puasa Ramadan.

Demikianlah beberapa tips untuk mencegah gangguan pencernaan selama puasa Ramadhan.

 

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU