> >

10 Kondisi Anak Usia 6-11 Tahun yang Tidak Direkomendasikan Ikut Vaksin Covid-19

Kesehatan | 3 November 2021, 19:50 WIB
Vaksinasi anak yang digelar oleh Kodam IX Udayana kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Sinovac untuk disuntikkan kepada anak usia 6-11 tahun. (Sumber: Kodam IX Udayana/Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Sinovac untuk disuntikkan kepada anak usia 6-11 tahun. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengapresiasi adanya vaksin untuk anak 6-11 tahun. IDAI juga mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan vaksin Sinovac tersebut.

Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, pemberian vaksin Sinovac anak golongan usia 6 tahun ke atas dilakukan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

"Sebelum dan sesudah vaksinasi, semua anak tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun, jangan bepergian bila tidak penting," ujar Piprim dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga: Wiku Adisasmito: Vaksin Anak Usia 6-11 Diwajibkan, Cek Selengkapnya

Piprim juga mengimbau agar semua anggota IDAI diharapkan mengikuti panduan pelaporan imunisasi dan pemantauan setelahnya yang sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

"Pelaksanaan imunisasi mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dapat dimulai setelah mempertimbangkan kesiapan petugas kesehatan, sarana, prasarana dan masyarakat," ujar Piprim.

Lebih lanjut, Piprim juga memberikan petunjuk agar dengan kondisi tertentu tidak direkomendasikan untuk mengikuti vaksin Covid-19.

Baca Juga: Intip Pelaksanaan Vaksinasi Untuk Anak Usia 6-11 Tahun!

Berikut 10 kondisi anak yang tidak direkomendasikan oleh IDAI untuk mengikuti vaksin:

  1. Anak mengalami defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol.
  2. Anak mengidap penyakit sindrom gullian barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis. 
  3. Anak mengidap kanker dan sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
  4. Anak sedang mendapat pengobatan imunosupresan atau sitostatika berat.
  5. Anak sedang mengalami demam 37,50 derajat Celsius atau lebih.
  6. Anak baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan.
  7. Pasca-imunisasi lain kurang dari 1 bulan.
  8. Anak atau remaja sedang hamil. 
  9. Anak memiliki hipertensi dan diabetes melitus.
  10. Anak memiliki penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU