> >

Berkaca dari Libur Panjang Sebelumnya, Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 di Libur Natal dan Tahun Baru

Update corona | 17 November 2021, 10:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tren kasus covid-19 di tanah air semakin menurun, ke level jumlah harian sekitar 400 kasus.

Namun, pemerintah memutuskan tetap memperpanjang PPKM di Jawa-Bali, terhitung sejak 16 November hingga 29 November 2021. 

Meskipun tren kasus covid-19 memang telah menurun drastis.

Namun, sekali lagi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama menjelang liburan natal dan tahun baru.

Pemerintah tetap mewaspadai ancaman lonjakan kasus, terutama karena masa libur natal dan tahun baru sudah dekat.

Apalagi selama sepekan terakhir, terdapat indikasi peningkatan angka reproduksi efektif covid-19, yang tergambar dari data pergerakan masyarakat, yang dihimpun Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menko Luhut menyebut, dibanding data sepekan sebelumnya, terdapat 29% kabupaten-kota di Jawa-Bali mengalami peningkatan kasus positif covid-19, dan ada 34% kabupaten-kota mengalami peningkatan jumlah orang yang dirawat karena covid-19.

Perlunya kehati-hatian atas indikasi peningkatan kasus di Jawa-Bali, juga karena cakupan vaksinasi yang rendah.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyatakan, pemerintah dan masyarakat patut menjadikan lonjakan kasus covid-19 di benua Eropa, sebagai alarm atas potensi serupa di tanah air.

Dicky sepakat PPKM berjenjang tetap diterapkan, dan meminta penurunan level PPKM jangan dipaksakan.

Seperti masa liburan sebelumnya, libur natal dan tahun baru selalu memicu lonjakan kasus covid-19.

Penurunan status PPKM berikut pelonggaran pembatasan, perlu dilakukan ekstra hati-hati, karena pergerakan masyarakat yang timbul, terindikasi meningkatkan jumlah kasus.

Sinyal ini perlu ditindaklanjuti, agar sinyal peningkatan tidak sampai teramplifikasi menjadi ledakan kasus. 

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU