Konsumen Kecewa dan Trauma Terkait Dugaan BBM Oplosan Pertamina, Beralih ke SPBU Swasta
Peristiwa | 27 Februari 2025, 11:43 WIBJAKARTA, KOMPAS.TV - Terungkapnya kasus dugaan pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax di PT Pertamina Patra Niaga menuai respons negatif dari masyarakat.
Sejumlah konsumen mengaku trauma dan mempertimbangkan untuk beralih ke stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU swasta atau BBM dengan nilai oktan lebih tinggi.
Putra (32), warga Koja, Jakarta Utara, menyatakan kekecewaannya terhadap kasus ini.
"Kapok banget (beli Pertamax). Kalau brand swasta SPBU-nya lebih banyak lagi jaringannya seperti Pertamina, saya lebih pilih brand lain yang nilai oktannya sama seperti Pertamax," ungkapnya, Rabu (26/2/2025) dikutip dari Kompas.com.
Meski memiliki kemampuan membeli BBM kualitas lebih tinggi seperti Pertamax Turbo, Putra mengaku ragu karena khawatir praktik serupa terulang.
"Saya bisa manfaatkan untuk pakai Pertamax Turbo, cuma enggak tahu juga ya nanti bakal dioplos lagi atau enggak sama oknum yang menjabat di Pertamina demi meraup kepentingan dan keuntungan pribadinya," jelasnya.
Baca Juga: Duduk Perkara Korupsi Minyak Mentah Pertamina hingga Kejagung Tetapkan 9 Tersangka
Senada dengan Putra, Mario Anwar (35) juga mengungkapkan keengganannya untuk kembali membeli Pertamax.
Namun, ia memilih solusi berbeda dengan beralih ke BBM beroktan lebih tinggi untuk menghindari antrean panjang yang biasa terjadi di jalur Pertalite.
"Sejauh ini kapok, sih. Tapi, dibanding harus antre panjang, mending pakai oktan yang lebih tinggi," ujarnya.
Penulis : Danang Suryo Editor : Vyara-Lestari
Sumber : Kompas TV