> >

Buntut Bentrok Kopassus dan Brimob, Panglima TNI Akan Proses Hukum Oknum yang Terlibat

Peristiwa | 30 November 2021, 10:20 WIB

PAPUA, KOMPAS.TV - Personel Satgas Nanggala Kopassus bentrok dengan Satgas Amole di Timika, Papua, Sabtu lalu.

Bentrokan terjadi diduga karena kesalahpahaman mengenai harga rokok.

Baca Juga: Tegas! Kapuspen TNI Sebut Prajurit TNI yang Terlibat Bentrok Diproses Hukum

Aksi bentrokan terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, segerombolan orang yang diduga merupakan oknum Brimob dari Satgas Amole, berlari sambil berteriak.

Tak hanya itu, tembakan senjata api juga terdengar beberapa kali.

Bentrokan berawal dari 20 Personel Nanggala Kopassus protes mengenai harga rokok yang dijual enam Personel Satgas Amole Kompi 3.

Akibat kejadian ini diketahui 5 orang anggota Brimob mengalami luka.

Polda Papua bersama Mabes Polri menegaskan bentrokan antara prajurit dari Satgas Nanggala dan Personel Brimob Polri dari Satgas Amole Di Timika, Papua, Sabtu 27 November 2021 terjadi akibat kesalahpahaman.

Kini kedua belah pihak telah berdamai.

Namun tindakan disiplin akan tetap dilakukan kepada personel yang terlibat bentrokan.

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa memastikan akan memproses semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam bentrokan di Papua.

Selain itu, Andika memastikan bahwa TNI juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat.

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU