> >

Pushidrosal Ingatkan Ancaman Sedimentasi di Laut Jawa

Berita daerah | 9 Agustus 2022, 12:05 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), memperingatkan terkait terjadinya ancaman sedimentasi di Laut Jawa. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya (Laksdya) Nurhidayat. Saat ini, Pushidrosal tengah melakukan survey di bagian utara Jawa Tengah, mulai dari Tegal, Pekalongan, Batang dan Semarang. Selanjutnya, perjalanan survey dilanjutkan hingga Jepara dan menuju timur.

Selain soal gelombang tinggi, Pushidrosal juga mengingatkan soal sedimentasi di perairan Jawa yang cukup tinggi, meski tidak berada langsung di jalur cincin api. Data dan informasi yang disampaikan Pushidrosal tersebut, bertujuan agar kepala daerah bisa mengetahui berbagai informasi dari perairan.

"Kalau di Jawa Tengah aman dari laut. Hanya saja, sangat tinggi gelombangnya, kemudian pendangkalannya sangat tinggi. Dulu, di tahun 1900-an itu dalamnya tujuh meter, sekarang tinggal sedikit. Artinya, itu sangat tinggi sedimentasinya. Itu yang memang harus kita waspadai," tutur Laksdya Nurhidayat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengapresiasi kedatangan Pushidrosal tersebut. Selain itu, data dari Pushidrosal jika digabungkan dengan berbagai pihak terkait, sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah. Salah satunya untuk menentukan suatu kebijakan berkaitan dengan perairan laut atau nelayan, agar bisa tepat.

"Untuk kita undang, karena beliau tadi suah membuka diri untuk berkomunikasi dan sharing data, karena ini sangat penting untuk kita mengambil datanya. Agar, kita dalam mengambil kebijakan juga pas," ujar Ganjar.

Sementara itu, ternyata data yang dimiliki pemerintah terkait laut saat ini sudah kedaluwarsa, dan survei terakhir sekitar tahun 1800-an di titik Pantura, dan itu Belanda yang melakukan.

#gelombangtinggi #laut jawa #ganjarpranowo

Penulis : KompasTV-Jateng

Sumber : Kompas TV


TERBARU