> >

Detik Detik Ketika Warga Berusaha Menyeberangkan Keranda Jenazah

Berita daerah | 29 Desember 2022, 18:39 WIB

POLMAN, KOMPAS.TV - Jenazah seorang warga yang hendak dimakamkan dengan menyeberangi sungai yang sedang meluap menggunakan rakit batang pisang di Polewali Mandar  Sulawesi Barat  nyaris hanyut terseret arus sungai beruntung warga masih bisa meyelamatkan keranda jenazah hingga keseberang sungai  warga nekad membawa jenazah menyeberang sungai lantaran tidak ada akses jalan atau jembatang penghubung di wilayah ini .

Rekaman video amatir warga memperlihatkan detik detik ketika sejumlah warga berusaha menyeberangkan keranda jenazah dengan menggunakan sebuah rakit dari batang pisang  menyeberangi sebuah sungai selebar lima puluh meter   yang saat itu sedang meluap  peristiwa ini terjadi di desa pussui kecamatan Luyo Polewali Mandar  minggu sore 26/12/2022.

Agar jenazah tak terseret arus  warga terlihat mengikat rakit dengan seutas tali yang ditarik dari seberang sungai oleh sejumlah warga. Namun saat jenazah sudah berada di tengah sungai proses menyebrangkan jenazah menjadi sulit  arus yang deras mulai menyeret rakit hingga nyaris hanyut . Warga pun sempat panik  tangis histeris keluarga tak tertahankan melihat kondisi keranda jenazah yang mulai terseret .

Beruntung sejumlah warga yang berenang mengikuti rakit berhasil menahan keranda jenazah agar tidak tenggelam  hingga akhirnya jenazah berhasil dievakusasi seberangkan ketepi sungai dan selanjutnya dibawa kepemakaman untuk dimakamkan .

Menurut warga hal ini terpaksa dilakukan lantaran pemakaman berada di seberang sungai yang jaraknya satu kilometer dari pusat pemukiman dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki menyeberangi sungai lantaran ketiadaan akses jalan dan jembatan di wilayah ini .

Warga pun berharap pemerintah bisa membangun jembatan penghubung di wilayah ini  lantaran selama ini warga terus kesulitan jika hendak beraktifitas keluar dari desa lantaran tidak adanya jembatan ataupun akses jalan lain.

 

 

 

#jenazahhanyut
#banjir
#cuacaburuk

Penulis : KompasTV-Makassar

Sumber : Kompas TV Makassar


TERBARU