> >

"Rindu Puan" Perlindungan Bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Papua maluku | 1 November 2023, 09:10 WIB
Launching Program Inovasi Rumah Aman Perlindungan Perempuan dan Anak (Sumber: Dinas PPPA Kota Sorong)

SORONG, KOMPAS.TV - Kepala Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Sorong, secara resmi launching program inovasi rumah aman perlindungan perempuan dan anak atau disingkat "rindu puan", Rabu (25/10/2023), yang digagas kepala bidang perlindungan hak perempuan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Februhans Rumahlatu, dalam pelatihan kepemimpinan administrator. 

Kepala bidang perlindungan hak perempuan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Sorong, Februhans Rumahlatu mengatakan,  inovasi rumah aman perlindungan perempuan dan anak dibuat untuk membantu perlindungan bagi perempuan dan anak agar hak-hak mereka dapat terpenuhi, 

Februhans berpendapat rumah aman ini perlu ada di Kota Sorong, mengingat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup banyak. Sehingga perlu adanya tempat yang dapat mudah dijangkau oleh masyarakat bisa langsung memperoleh bantuan dengan mudah. Dimana petugas yang ada dalam rumah aman ini sendiri merupakan pegawai dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. 

"Nantinya kita akan melakukan pelayanan sesuai dengan SOP, jika betul-betul korban membutuhkan perlindungan maka akan ditempatkan di rumah aman selama tujuh hari. Jadi ini program jangka pendek selama tiga bulan, sehingga tempat yang dijadikan rumah aman sementara hanya disewa dan akan ditingkatkan menjadi jangka menengah menyesuaikan dengan anggaran yang disediakan," ungkap Hans.

Sementara itu Kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Sorong, Linda Mosso mengatakan, mendukung penuh aksi perubahan pembentukan rumah aman tersebut, karena hal ini dirasa sangat perlu untuk membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan perlindungan bagi para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kami selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait, jika ada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka sementara waktu kami berikan perlindungan di rumah aman tersebut. Tentu kedepannya kami dari dinas akan mengupayakan agar program inovasi ini dapat berkelanjutan," tutur Linda. 

Ia berharap dengan program inovasi rumah aman ini dapat membantu memberikan pelayanan yang maksimal bagi para korban kekerasan perempuan dan anak, yang kasusnya mengalami peningkatan di tahun 2023 ini. Sehingga para korban bisa mendapatkan pelayanan optimal dan segera pulih kembali. 

Penulis : KompasTV-Sorong

Sumber : Kompas TV


TERBARU