> >

Kiat Perajin Tempe Hadapi Mahalnya Harga Kedelai

Jawa tengah dan diy | 23 November 2023, 12:55 WIB

TEGAL, KOMPAS. TV - Tingginya harga kedelai di pasaran yang terjadi dalam sebulan terakhir sangat dirasakan para perajin tempe di Kota Tegal, Jawa Tengah. Asikin, salah seorang perajin tempe di Kelurahan Debong Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, mengatakan, saat ini harga kedelai impor di pasaran mencapai Rp12.800 perkilogram, dari harga semula  Rp9.000 perkilogram.

Untuk menjaga kelangsungan usahanya agar tidak merugi dan gulung tikar, ia terpaksa mengurangi produksinya, yang biasanya sehari memproduksi 40 kilogram tempe menjadi 15 kilogram saja. Tak hanya itu, ukuran tempe juga dikurangi dari sebelumnya satu potong tempe seberat setengah kilogram, menjadi 400 gram saja, harga jualnya pun juga dinaikkan dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 per potong tempe.

“Kita jual tempe mengurangi bobot, biasanya satu kilo dan sekarang 8 ons. Karena untuk biaya lain-lain, bisa menutup. Makanya, tukang tempe dan tahu pada ngeluh, karena harga kedelai terlalu melonjak tinggi. Walaupun tidak untung banyak, setidaknya ada penghasilan supaya tidak menganggur,” ujar Asikin, Perajin Tempe.

Demi bisa bertahan di tengah tingginya harga kedelai, para perajin juga tidak setiap hari memproduksi tempe, yakni selang seling sehari produksi sehari berhenti produksi. Para perajin tempe di Kota Tegal, berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilisasi harga kedelai.

#kedelaitempe #produksinaik #tegal

Penulis : KompasTV-Jateng

Sumber : Kompas TV


TERBARU