> >

Mentan: Pompanisasi Air Solusi Tepat Naikkan Produksi Padi

Bali nusa tenggara | 25 Maret 2024, 13:24 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, optimis penggunaan pompanisasi air merupakan cara tepat naikan produksi padi. Ditemui usai rapat kooordinasi pompanisasi di Markas Kodam IV Diponegoro Semarang, Andi Amran Sulaiman menegaskan akan memaksimalkan lahan pertanian dengan menggunakan pompa air karena dianggap lebih efisien daripada harus membuka lahan pertanian baru.

Untuk meningkatkan hasil produksi, pihaknya akan menggelontorkan 5.000 pompa air di Jawa Tengah untuk mendorong produktivitas pertanian dan antisipasi El Nino. Menurutnya, pompanisasi diangggap solusi yang tepat dan cepat untuk ketahanan pangan di Indonesia. Pemerintah sendiri akan melakukan pompanisasi minimal 500 ribu hektare di Pulau Jawa. Pihaknya fokus pompanisasi Jawa karena produksi 70 persen berada di Jawa.

“Kami siapkan pompa dan kirim 5.000 pompa. Inilah solusi cepat untuk menangani pangan karena kalau kita ingin bangun sawah, itu butuh waktu tapi kalau pompa, sawah yang sudah ada itu bisa langsung tanami. Hari ini kita pompa, mengolah dan tiga hari kedepan bisa kita tanami, jadi solusi cepat untuk mengangkat produksi adalah pompanisasi. Kami ingin rancang insya Allah Pulau Jawa minimal 500 ribu hektare.” tutur Andi Amran Sulaiman.

Setelah sentuh Jawa, kemudian targetkan 500 ribu hektare luar Jawa. Untuk menyukseskan pompanisasi ini, pemerintah menyiapkan anggaran biaya tambahan sebanyak Rp 5,8 trilyun untuk pompanisasi .

Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi menegaskan akan gelar rapat lanjutan. Menurutnya, rapat koordinasi kali ini lebih fokus memetakan permasalahan di lapangan. Nantinya Babinsa akan terjun untuk mengatasi pompa air di wilayahnya.

“Memetakan permasalahan bagaimana keadaan rill di lapangan, yang harus kita tanyakan pada petani dan bantuan Babinsa dan Dandim yang ada di lapangan. Nanti akan ada rapat selanjutnya jadi penanganan masalah air ini bisa tepat sasaran,” ujar Mayjen TNI Deddy Suryadi.

Selain pompa air, dampak El Nino ini petani akan mendapatkan pupuk bersubsidi dan bibit unggul. Dalam waktu dekat, surat keputusan (SK) tentang pupuk akan turun, yang nantinya bisa ditindaklanjuti gubernur dan bupati se-Indonesia. Pupuk tahun 2024 akan dinaikan yang semula 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton.

#pompanisasi #menteripertanian #produksipadi

Penulis : KompasTV-Jateng

Sumber : Kompas TV


TERBARU