> >

Pemilik Toko di Rawamangun Ditemukan Tewas dengan Kondisi Dicor Semen

Jabodetabek | 26 Februari 2025, 22:49 WIB
Garis polisi terpasang di area penemuan jenazah pemilik toko makanan di Rawamangun, Jakarta Timur, dalam kondisi dicor semen, Rabu (26/2/2025). (Sumber: Kompas.com/Febryan Kevin)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang pemilik toko makanan di Rawamangun, Jakarta Timur, ditemukan tewas dalam kondisi tubuh dicor semen di dalam tokonya pada Rabu (26/2/2025) malam.

Mengutip pemberitaan Kompas.com, kuasa hukum keluarga korban, Enjel, menyebut korban JS (69) ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan jenazahnya ditutupi karpet.

"Iya dikubur di dalam, setelah dikubur dicor, setelah dicor dikasih karpet di atasnya. Informasinya begitu," ungkapnya di lokasi kejadian, Rabu.

Dia mengatakan korban menghilang sejak 16 Februari 2025, setelah berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke toko guna mengecek proses renovasi.

"Tujuan ke sini (toko), karena beliau lagi renovasi. Nah, beliau pamit kepada istrinya izin mau ke tempat biasa, melihat tukang-tukangnya," jelas Enjel.

Ia menduga pelaku pembunuhan dan pengecoran adalah tukang yang sedang merenovasi toko tersebut.

Dugaan tersebut muncul karena sepekan sebelumnya, menurut dia, korban sempat cekcok dengan pekerjanya.

Baca Juga: Suami-Istri Ditemukan Tewas di Kontrakan Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi

"Kalau sejauh ini (dugaan pelaku) pekerjanya karena seminggu sebelumnya beliau sempat cekcok dengan pekerjanya," ujar Enjel.

Adapun jenazah korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Pelaku dan Kronologi

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut terduga pelaku berinisial ZA (35) diduga membunuh korban JS karena sakit hati.

Terduga pelaku adalah kuli yang bekerja di proyek renovasi toko JS dan bertugas menjaga lokasi.

Menurut Nicolas, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 16 Februari 2025, saat korban datang ke proyek renovasi tokonya karena tukangnya mogok kerja.

"Korban datang ke proyek, setelah di proyek, karena karyawan yang bekerja di sini mogok kerja, sehingga korban agak sedikit marah," ucapnya di lokasi kejadian, Rabu.

Saat itu, kata dia, kebetulan terduga pelaku berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk menjaga proyek.

Korban sempat mengajak terduga pelaku melapor ke Polres Metro Jakarta Timur terkait adanya indikasi pencurian peralatan proyek oleh karyawan.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Pegawai Koperasi Jasad Dicor di Palembang, 3 Terdakwa Divonis Hukuman Mati

Namun, terduga pelaku menolak ajakan tersebut dan meminta gajinya sebesar Rp900 ribu.

Korban pun marah karena terduga pelaku menolak ajakannya. Lalu, korban menganiaya terduga pelaku di dalam tokonya.

"Awalnya dia (korban) menampar terduga pelaku. Selanjutnya, dia memukul dan akhirnya terduga pelaku menangkis dan mendorong, sehingga korban jatuh," tutur Nicolas, dikutip Kompas.com.

Terduga pelaku yang naik pitam kemudian membalas perbuatan korban hingga tewas.

"Selanjutnya, terjadilah apa yang dinamakan pembunuhan atau penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia," ungkap Nicolas.

"Pada 18 Februari 2025, terduga pelaku memastikan bahwa korban telah meninggal dan panik. Selanjutnya, terduga pelaku menyeret korban dan menaruhnya di saluran air, kemudian ditutup dengan semen dan batu bata," bebernya.

Baca Juga: Pasutri Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan Bekasi, Tetangga Sempat Dengar Keributan

 

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU