> >

HET Dicabut Akibatkan Harga Minyak Makin Tak Terkendali, Apa Langkah Baru Pemerintah?

Vod | 25 Maret 2022, 00:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Antrean untuk mendapatkan minyak goreng masih terjadi di sejumlah daerah.

Ini tak lepas dari dugaan adanya mafia minyak goreng yang membuat situasi seperti itu kerap terjadi karena adanya penimbunan.

Soal mafia minyak goreng ini diungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat rapat bersama Komisi VI DPR.

Mafia itu mengalihan minyak goreng curah untuk industri menangah bahkan dilarikan ke luar negeri.

Baca Juga: Pastikan Ketersediaan Minyak dan Sembako Jelang Ramadan Tercukupi, Kapolri Tinjau Pasar di Bandung

Mendag pun menyebut, tersangka mafia minyak goreng akan diungkap hari Senin ini.

DPR saat itu meminta Menteri Perdagangan tegas menindak oknum nakal yang menimbun minyak goreng.

Karena efeknya berdampak pada kesulitan warga mendapatkan minyak goreng.

Warga Rangkasbitung, Lebak, Banten membawa botol air minum, jeriken, dan ember saat antre minyak goreng curah dari pukul 6.00 pagi sampai malam hari.

Mereka melakukan ini karena harga minyak goreng di supermarket mahal.

Menurut pihak agen minyak goreng, mereka menyediakan stok 70.000 kilogram minyak goreng curah.

Dan untuk pemilik usaha kecil, boleh membeli 15 kg minyak goreng saja.

Untuk pelanggan rumah tangga dibatasi 5 kg karena harus berbagi dengan konsumen rumah tangga yang membutuhkan minyak goreng curah.

Sementara itu, kelangkaan minyak goreng di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten masih terjadi pasca pencabutan harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng oleh pemerintah.

Dari pantauan hari Senin, tidak ada satu pun kios ataupun lapak pedagang yang menjual minyak goreng curah.

Sementara untuk minyak goreng kemasan masih tersedia, tetapi pasokannya masih terbatas dan harganya relatif mahal.

Penulis : Aisha-Amalia-Putri

Sumber : Kompas TV


TERBARU