> >

Warga Dago Elos Kritik Polisi Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Aksi Protes yang Berakhir Ricuh

Vod | 16 Agustus 2023, 07:21 WIB

KOMPAS.TV - Pasca kericuhan di Dago Elos, warga mengkritik cara polisi membubarkan massa.

Warga menilai polisi bisa melakukan pengamanan yang mengedepankan humanis.

Menurut Kuasa Hukum Warga, ditembakkannya gas air mata menyebabkan ketakutan di tengah warga.

Warga mengeklaim telah berniat mundur dan ingin berdialog dengan pihak polisi.

Warga juga menyebut jika laporannya ke polisi tidak diterima dan tak diproses, yang membuat warga menggelar unjuk rasa dan melakukan blokade jalan.

Sementara itu polisi menyebut menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai anarkistis.

Polisi juga mengeklaim telah menerima laporan warga oleh Kasatreskrim Polrestabes Bandung. Namun pelapor dinilai belum melengkapi laporan dengan alat bukti.

Dari peristiwa ini polisi memeriksa 7 pelaku yang diduga provokator, namun ada 4 orang yang telah terindikasi pelaku kerusuhan  yang bukan warga sekitar. 

Baca Juga: Polisi Tolak Laporan Sengketa Tanah, Warga Perumahan Dago Elos Demo Berujung Ricuh

 

Penulis : kharismaningtyas

Sumber : Kompas TV


TERBARU