Kompas TV regional berita daerah

Insentif Nakes di Banjarbaru Belum Dibayar, Kadinkes : Nilainya Hanya 75 Persen dari Tahun Lalu

Kamis, 14 Oktober 2021 | 00:06 WIB

BANJARBARU, KOMPAS.TV - Insentif Tenaga Kesehatan di Kota Banjarbaru untuk tahun 2021 belum juga dibayarkan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru hingga saat ini.

Total sebesar 12 setengah Miliar Rupiah, yang harus disiapkan Pemerintah Kota Banjarbaru untuk Insentif Nakes tahun 2021, terkendala Keuangan Daerah dan peraturan yang dikeluarkan Kementrian Dalam Negeri.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Banjar Tuding Data BLT di Dinsos Banjar Amburadul

Pada tahun 2020 awal, saat Covid 19 merebak seluruh insentif Nakes diberikan melalui Anggaran Pemerintah Pusat, namun sejak akhir tahun 2020, seluruh Insentif Nakes seluruhnya menjadi tanggungan APBD masing masing. 

Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri mengharuskan pembayaran Insentif Nakes sama dengan tahun 2020, dan tidak boleh ada pemotongan.

Namun Kadinkes Banjarbaru, Rizana Mirza, menyatakan meski tahun ini mengalami penurunan jumlah insentif, hal itu telah mendapat persetujuan.

“Waktu itu tim anggaran mengomunikasikan bahwa anggaran itu hanya bisa dibayarkan 70 persen dari nilai 2020 lalu, saya Komunikasi kan ke kawan puskesmas, mereka setuju nilainya hanya 75 persen dari tahun lalu," ucap Kadinkes Banjarbaru, Rizana Mirza.

Baca Juga: Gudang Alat Penyewaan Pelaminan Terbakar, Warga Bingung Asal Api Lantaran Tidak Ada Aliran Listrik

Sejak awal tahun 2021, Nakes Kota Banjarbaru belum menerima insentif.

Insentif nakes rencananya akan dibagikan bertahap mulai awal November mendatang, dengan nilai bervariasi 3 hingga 5 juta rupiah per bulan.

Penulis : KompasTV Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Banjir Bandang Rusak Tempat Wisata

Senin, 25 Oktober 2021 | 11:55 WIB
Berita Daerah

2 Koruptor Tanah Kas Desa Ditangkap

Senin, 25 Oktober 2021 | 11:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
12:09
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19