Kompas TV regional berita daerah

LBH Dorong Polri Lakukan Gelar Perkara Khusus

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:11 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kota Makassar mendorong Mabes Polri mengambil alih kasus dugaan pencabulan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. LBH mengacu pada ketentuan peraturan Kapolri nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana yakni Polri dapat menindaklanjuti perkara melalui gelar perkara khusus.

Hingga kini LBH kota Makassar mendorong Mabes Polri mengambil alih kasus dugaan pencabulan anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya di Luwu Timur. Hal ini untuk memastikan agar tidak ada lagi kesalahan prosedur dalam proses hukum saat kasus ini dibuka.

LBH juga menegaskan jika penyelidikan kasus ini  tetap dilakukan di wilayah Sulawesi Selatan maka pihaknya berharap kasus ini ditangani polda dengan supervisi Mabes Polri.

Mengenai dorongan untuk gelar perkara khusus LBH Makassar mengacu pada ketentuan Perkapolri nomor 6 tahun 2019  tentang penyidikan tindak pidana yang menyebutkan Mabes Polri dapat menindak lanjuti perkara melalui gelar perkara khusus.

Nantinya saat gelar perkara khusus  penyidik mempresentasikan pada peserta gelar terkait prosesnya dan akan melahirkan rekomendasi terkait langkah yang harus dilakukan.

"Kasus ini kan sebenarnya penyelidikannya tinggal dibuka kembali oleh mabes polri karena sejak 6 Maret 2020 sudah menyerahkan dokumen-dokumen yang dapat dijadikan sebagai alat bukti" Ujar wakil direktur LBH Makassar

Azis Dumpa juga mengaskan untuk membuka gelar perkara khusus ini  ada dua cara yang dapat dilakukan seperti permohonan dari pihak atau kuasa hukum. Atau dengan syarat lain ketika kasus tersebut menjadi perhatian publik.

#pencabulan
#polri
#bantuanhukum

Penulis : KompasTV Makassar

Sumber : Kompas TV Makassar


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Vaksinasi Pedagang Berhadiah Payung

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:08 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
18:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19