Kompas TV nasional wawancara

Garuda Indonesia Terancam Pailit, Pengamat: Ada Hal-hal yang Secara Bisnis Aneh

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:25 WIB

KOMPAS.TV - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dikabarkan akan pailit, kondisi tersebut tak terlepas dari utang BUMN maskapai penerbangan ini yang sudah menggunung.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan, kondisi Keuangan Garuda Indonesia mulai tidak sehat saat menggarap penerbangan internasional. Ia pun meminta Garuda kini fokus padan penerbangan domestik saja.

Hal itu terlihat dari data penumpang Garuda selama ini, dimana penumpang penerbangan domestik mendominasi.

Yaitu sebanyak 78 persen dari total penumpang yang diangkut Garuda, penumpang domestik juga sudah menyumbang pendapatan Garuda sebesar Rp 1.400 triliun.

Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga belum mau menjelaskan tentang opsi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang diisukan akan diganti oleh PT Pelita Air Service (PAS) sebagai maskapai berjadwal nasional.

Baca Juga: Soal Pelita akan Gantikan Garuda, Stafsus Menteri BUMN: Itu Nantilah Ya

Menurut Arya, saat ini pemerintah memprioritaskan untuk sebisa mungkin menyelamatkan Garuda Indonesia, melalui negosiasi dengan para lessor atau perusahaan penyewaan pesawat.

"Soal opsi mengenai Pelita itu nanti lah ya, yang utama sebenarnya adalah kita sekarang berusaha, terus berjuang untuk bisa bernegosiasi dengan para lessor, pihak-pihak yang memiliki piutang dengan Garuda, itu yang utama," ungkapnya kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan, ada hal-hal yang secara bisnis aneh, misalnya setiap kali rute penerbangan dari Jakarta ke London selalu rugi.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Ambon Masuk PPKM Level I

Selasa, 30 November 2021 | 19:45 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:00
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19