Kompas TV internasional kompas dunia

Bagi Petani Melarat Afghanistan, Dampak Perubahan Iklim Lebih Mengerikan daripada Perang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 00:09 WIB
bagi-petani-melarat-afghanistan-dampak-perubahan-iklim-lebih-mengerikan-daripada-perang
Keluarga petani melarat yang dilanda kekeringan berkepanjangan di desa Haji Rashid Khan, Bala Mughrab Afghanistan, hidup di rumah dari lumpur dan terakhir hujan tahun lalu, itupun sedikit. (Sumber: Straits Times via AFP)

 

BALA MURGHAB, KOMPAS.TV - Kekeringan melanda ladang yang sudah sejak lama kering di distrik terpencil Bala Murghab di Afghanistan, di mana perubahan iklim terbukti menjadi musuh yang lebih mematikan daripada konflik.

 

Saat dunia menyaksikan Taliban melancarkan serangan menakjubkan yang berakhir dengan keruntuhan cepat pemerintah negara yang didukung Barat, krisis jangka panjang sedang merangkak cepat di Afghanistan.

Dalam upaya putus asa untuk memberi makan keluarga mereka, para penggembala di Bala Mughrab terpaksa menjual ternak mereka, petani meninggalkan desa mereka dan orang tua menyorongkan anak perempuan mereka untuk dinikahkan di usia yang semakin muda.

"Terakhir kali saya melihat hujan adalah tahun lalu, dan itu pun tidak banyak," kata Mullah Fateh, kepala desa Haji Rashid Khan di Bala Murghab, seperti dilansir Straits Times, Senin (25/10/2021).

Masyarakat di wilayah itu mencoba bertahan dari deraan hidup dalam kelompok kecil, tinggal dalam rumah terbuat dari bata lumpur di antara lautan tak berujung perbukitan cokelat di sudut provinsi Badghis ini. Badan kemanusiaan ACTED melaporkan, 90 persen dari 600.000 penduduk hidup dari ternak atau ladang.

“Kami menjual domba untuk membeli makanan, sementara yang lain mati kehausan,” kata Mullah Fateh.

Ketika kekeringan pertama dari dua kekeringan panjang menghantam pada tahun 2018, Mullah Fateh memiliki 300 domba, tetapi saat musim kering terbaru datang, kambingnya tersisa hanya menjadi 20 ekor.

Baca Juga: ICRC Ingatkan, Kerja Lembaga Bantuan Belum Cukup untuk Halau Krisis Kemanusiaan Afghanistan

Kekeringan parah yang berkepanjangan menyapu Bala Mughrab, Afghanistan, hasil dan dampak dari perubahan iklim, yang bagi warga Bala Mughrab jauh lebih mengerikan dari peperangan. (Sumber: Straits Times via AFP)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Straits Times/AFP



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19