Kompas TV internasional kompas dunia

Ilmuwan di Afrika Selatan Deteksi Varian Baru Covid-19 yang Berpotensi Jadi Ancaman Besar

Kamis, 25 November 2021 | 23:33 WIB
ilmuwan-di-afrika-selatan-deteksi-varian-baru-covid-19-yang-berpotensi-jadi-ancaman-besar
Ilustrasi mikroskopis virus corona. Para ilmuwan di Afrika Selatan mengumumkan pada Kamis, (25/11/2021) mereka mendeteksi varian baru Covid-19 dengan banyak mutasi (Sumber: France24)

JOHANNESBURG, KOMPAS.TV - Para ilmuwan di Afrika Selatan mengumumkan hari Kamis (25/11/2021) mereka mendeteksi varian baru Covid-19 dengan banyak mutasi, menduga kuat penyebabnya adalah lonjakan jumlah infeksi.

“Sayangnya kami telah mendeteksi varian baru yang menjadi perhatian di Afrika Selatan,” kata ahli virologi Tulio de Oliveira pada konferensi pers yang digelar tergesa-gesa.

Varian B.1.1.529, “memiliki jumlah mutasi yang sangat tinggi”, kata Tulio de Oliveira. “Sayangnya ini menyebabkan kebangkitan infeksi,” tambahnya.

Afrika Selatan sudah meminta pertemuan darurat dengan kelompok kerja evolusi virus corona dari Badan Kesehatan Dunia WHO pada Jumat (26/11/2021) untuk secara khusus membahas virus corona varian yang baru mereka temukan, seperti dilansir Straits Times.

Varian itu juga telah terdeteksi di Botswana dan Hong Kong dari para pelancong asal Afrika Selatan, katanya.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan varian itu menjadi "perhatian serius" dan diduga menjadi dalang peningkatan "eksponensial" dalam kasus yang dilaporkan, menjadikan varian tersebut "ancaman besar".

Infeksi harian Afrika Selatan melonjak menjadi lebih dari 1.200 kasus pada Rabu (24/11/2021), naik dari sekitar 100 kasus baru pada awal bulan ini.

Sebelum deteksi varian baru, pihak berwenang memperkirakan gelombang keempat akan melanda Afrika Selatan mulai sekitar pertengahan Desember, diantaranya akibat tingginya frekuensi perjalanan menjelang musim liburan akhir tahun.

Baca Juga: Covid-19 di Belanda Ikut Menggila, Rumah Sakit Tunda Kemoterapi dan Operasi

Beberapa rumah sakit di Belanda mulai menghentikan perawatan kemoterapi dan transplantasi organ untuk mengosongkan tempat tidur perawatan intensif bagi pasien Covid-19 (Sumber: Straits Times/EPA-EFE)

Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) yang dikelola pemerintah Afrika Selatan mengatakan, 22 kasus positif varian B.1.1.529 telah dicatat di negara itu setelah pengurutan genom.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Vyara Lestari

Sumber : France24/Straits Times



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19