Kompas TV nasional peristiwa

PSI: Seharusnya dari Dulu Anies Minta Bertemu Jokowi untuk Bahas Formula E

Selasa, 30 November 2021 | 19:25 WIB
psi-seharusnya-dari-dulu-anies-minta-bertemu-jokowi-untuk-bahas-formula-e
William Aditya Sarana, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI. (Sumber: Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS. TV – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas ajang balap Formula E, sudah tepat.

Namun menurut PSI, langkah tersebut seharusnya dilakukan sejak lama, bukan ketika muncul dugaan pelanggaran pada pembiayaan Formula E.

Karena hal itu mengesankan, berupaya membawa-bawa nama Jokowi dalam persoalan itu.

“Mengenai Anies mau lapor ke presiden, yah memang dari awal seharusnya begitu. Jangan di akhir-akhir, ketika ada dugaan pelangggaran, nama Jokowi dibawa-bawa,” kata aggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Nasdem: Penunjukkan Ahmad Sahroni Sebagai Ketua Pelaksana Formula E Tak Ada Kaitan dengan Partai

Menurut William, sejak awal, pembiayaan Formula E ditenggarai bermasalah. Dia mencontohkan soal adanya pinjaman Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta kepada Bank DKI sebesar Rp180 miliar.

Padahal, dalam Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah disebutkan bahwa pembayaran sebelum penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya bisa dilakukan jika dalam keadaan darurat dan mendesak.

Karena itu, William mengatakan, perlu dipertanyakan, sejauh mana Formula E dianggap mendesak.   

Baca Juga: Berandai-andai Surya Paloh, Politikus PSI akan Suruh Sahroni Mundur dari Ketua Pelaksana Formula E

“Apakah Formula E ini mendesak atau darurat? Harus dijelaskan,” tuturnya.

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19