Kompas TV nasional agama

Waketum DMI Merasa Miris, Hanya 35 Persen Umat Muslim di Indonesia yang Bisa Baca Al-Qur'an

Minggu, 23 Januari 2022 | 06:40 WIB
waketum-dmi-merasa-miris-hanya-35-persen-umat-muslim-di-indonesia-yang-bisa-baca-al-qur-an
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin menjelaskan dari riset yang dilakukan DMI, hanya 35 persen masyarakat muslim di Indonesia yang bisa membaca Al-Qur'an. (Sumber: Tribunnews.com/Rina Ayu)

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Hariyanto Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 65 persen umat Islam di Tanah Air tidak bisa membaca Al-Qur'an. Hal ini menjadi perhatian dari Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin menjelaskan dari riset yang dilakukan DMI, hanya 35 persen masyarakat muslim di tanah air yang bisa membaca Al-Qur'an. 

Sisanya 65 persen umat Islam di tanah air tidak bisa membaca Al-Qur'an, bahkan buta secara umum.

"Jadi kalau 223 juta itu penduduk indonesia adalah beragama Islam. Sebanyak 65 persennya, umat Islam Indonesia tidak bisa membaca Al-Qur'an dan buta secara umum," ujar Syafruddin saat sambutan di kegiatan khataman Qur'an Juz 30 di Jakarta, Sabtu (22/1/2022). Dikutip dari Antara.

Baca Juga: Dewan Masjid Indonesia Akhirnya Punya Kantor setelah 50 Tahun, Jusuf Kalla: Ini Berkat Pak Jokowi

Syafruddin menyatakan pentingnya berjuang untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an di Indonesia ini sudah menjadi salah satu program dari DMI.

Untuk Syafruddin bersama sejumlah kelompok pemuda Islam mendirikan Yayasan Indonesia Damai Mengaji. 

Dalam yayasan itu, Syafruddin menjabat sebagai ketua, sedangkan ketua dewan pembinanya Imam besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Syafruddin menjelaskan Yayasan Indonesia Damai Mengaji ini telah melakukan sejumlah program untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an secara umum di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Asyifa dan Cara Mengamalkannya, Ayat dan Surah Alquran sebagai Ikhtiar Mengobati Penyakit

Program pertama mencetak Al-Qur'an sebanyak-banyaknya. Program kedua yang dilakukan yayasan ialah membuat masif rumah untuk membaca dan belajar Al-Qur'an.

"Saya tiga bulan lalu di Makassar meresmikan rumah mengaji di dalam gang sempit, yang mana muridnya adalah 150 bekas preman dan semua bertato dan semua sudah hafal juz Al-Qur'an. Jadi itulah yang kami perjuangkan," ungkap Syafruddin.

 


Sumber : Antara

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x