Kompas TV internasional kompas dunia

Harga Daging Babi Meroket, Warga Thailand Beralih ke Daging Buaya

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:52 WIB
harga-daging-babi-meroket-warga-thailand-beralih-ke-daging-buaya
Ilustrasi buaya. Akibat meroketnya harga daging babi, warga Thailand berbondon-bondong beralih makan buaya jelang perayaan Imlek. (Sumber: Straits Times via Unsplash)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Purwanto

BANGKOK, KOMPAS.TV - Harga daging babi di Thailand meroket beberapa bulan belakangan. Permintaan yang melebihi pasokan membuat harga daging babi per kilogram naik menjadi 200 baht Thailand atau sekitar 87.000 rupiah.

Berbagai kalangan menduga meroketnya harga ini disebabkan isu flu babi Afrika. Namun, pemerintah Thailand menyebut ada faktor lain selain virus.

Otoritas Thailand sendiri mengonfirmasi adanya virus itu pada 11 Januari 2022.

Naiknya harga daging babi tentu kabar buruk bagi warga. Terlebih jelang perayaan Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022 mendatang.

Warga Thailand pun berbondong-bondong mencari alternatif lain. Usai harga daging babi meroket, warga beralih memakan buaya.

Baca Juga: Thailand Bantah Tutupi Wabah Demam Babi Afrika

Harga per kilogram buaya di Thailand kini kurang dari setengah harga daging babi. Daging buaya dihargai 70 baht atau sekitar 30.500 rupiah per kilogram.

Peternak buaya di Thailand pun kebanjiran pesananan belakangan ini, salah satunya adalah Wichai Rungtaweechai.

"Permintaan datang dari berbagai penjuru negeri. Restoran dan pedagang ingin stok besar daging dikirimkan ke mereka, sedangkan konsumen yang ingin mencicip daging buaya memesannya untuk dimasak sendiri,” kata Wichai kepada South China Morning Post.

Saat ini, diperkirakan ada 20.000 ekor buaya dibantai per bulan untuk dikonsumsi di Thailand.

Halaman Selanjutnya


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:27
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19