Kompas TV video vod

Kasus Omicron di Indonesia Meningkat, Bagaimana Kesiapan Pemerintah Indonesia?

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:56 WIB

Penulis : Shinta Milenia

JAKARTA, KOMPAS.TV – 2 pasien terkonfirmasi varian Omicron meninggal dunia, satu di antaranya sempat dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta.

Pihak Kementerian Kesehatan menyebut, satu pasien positif Omicron yang meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

Hingga Sabtu (22/1/2022) pagi, RSPI Sulianti Saroso merawat 12 orang pasien.

Jumlah ini menurun dari sebelumnya terdapat 51 pasien yang dirawat pada 17 Januari 2022.

Dari 12 orang pasien yang dirawat, 2 orang pasien sudah terkonfirmasi positif varian Omicron, sementara 10 pasien lainnya masih dalam kemungkinan atau probable omicron.

Sementara itu, penambahan kasus baru Covid-19 sudah di atas 2.000 kasus, bahkan kemarin sempat mencapai 3.000 kasus.

Kemenkes juga mencatat penambahan kasus varian Omicron yang hari ini lebih dari 1.300 kasus.

Baca Juga: Update Corona 23 Januari 2022: 2.925 Kasus Covid-19 Baru Terkonfirmasi

Tenaga Ahli Utama KSP, Abrahan Wirotomo mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sudah memastikan pengecekan dan menambah kapasitas bed, menambah jumlah rumah sakit, oksigen, obat-obatan, dan hal-hal yang diperlukan untuk menghadapi kenaikan kasus Omicron di Indonesia.

“Bapak Presiden dengan sangat detail memastikan pemerintah mengecek dan menambah kapasitas bed. Untuk bed tersendiri sudah disiapkan 82.000, lalu untuk jumlah rumah sakit setidaknya 1.011 sudah disiapkan. Dan bila memang dibutuhkan, ada sekitar 3.000 rumah sakit yang akan siap menerima pasien covid,” ucapnya.

Banyak dari masyarakat menganggap sepele mengenai varian Omicron, ini yang menjadi masalah bahwa selalu menggangap enteng.

Wakil Kepala Persatuan Rumah Sakit Indonesia, Koesmedi Priharto mengatakan bahwa semua jenis, semua varian itu bahaya apabila tidak segera ditangani dengan benar.

“Ini yang menjadi masalah, bahwa kita selalu mengatakan ini ringan. Tidak, buat saya ini semua adalah sama kalau kita tidak bisa menata dan laksanakan dengan benar dan masyarakatnya juga tidak bisa komunikasi dengan benar, semuanya akan menajdi lebih bahaya,” ucapnya.

Baca Juga: 2 Warga di NTB Positif Covid-19 Varian Omicron, 1 Riwayat Kontak dengan Orang dari Jakarta


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x