Kompas TV video vod

TNI AD Tegaskan Kegiatan Ceramah Haikal Hassan di Yonif Para Raider 502 Adalah Hoaks

Senin, 24 Januari 2022 | 17:15 WIB

Penulis : Natasha Ancely

KOMPAS.TV - Pasca viralnya video pengusiran Haikal Hassan di Malang, TNI Angkatan Darat menegaskan kegiatan Haikal Hassan yang mengisi ceramah di Yonif Para Raider 502, Jawa Timur merupakan informasi bohong atau hoaks.

Seusai video viral sejumlah orang melakukan pengusiran terhadap Haikal Hassan di Malang Jawa Timur, muncul juga kabar bahwa haikal hassan akan mengisi ceramah di Masjid Fi Sabilillah Markas Yonif 502.

TNI AD mengatakan, Yonif Para Raider 502 Ujwala Yudha tak memberi izin Haikal Hassan mengadakan pengajian dengan mengundang warga, mengingat situasi pandemi covid-19.

Terkait hal ini, TNI AS meminta pihak Haikal Hassan meminta maaf lewat keterangan pers.

Sejumlah video penolakan dan pengusiran Haikal Hassan viral di media sosial saat hendak berceramah.

Disebutkan dalam video viral itu terjadi di Malang, Jawa Timur. Terlihat massa menolak kehadiran Haikal Hassan yang akan mengisi ceramah.

Baca Juga: Viral! Penceramah Haikal Hassan Diduga Diusir di Malang

Sejumlah massa mendatanginya dan mengusir Haikal Hassan mendapat pengusiran tersebut, Haikal langsung naik mobil yang sudah menunggunya.

Dari video amatir lainnya seusai didatangi sejumlah orang dan diusir, mobil yang ditumpangi Haikal Hassan kemudian meninggalkan kerumunan dikawal personel TNI dan Polri.

Diketahui lokasi pengusiran tersebut berada di gedung Muamallah Jalan Nusakambangan, Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (22/01) petang kemarin.

Kepada KompasTV, Haikal Hassan menyebut, tidak ada penolakan saat dirinya berceramah di Gedung Muamalah, Kota Malang, Jawa Timur.

"Penolakan tidak ada. Hanya fitnah sosmed. Paling-paling ada tiga, empat orang saja waktu kajian ibu-ibu saja. Materi kajian semua sama soal Pancasila harus dijaga selamanya, pentingnya menjaga persatuan sesama semua anak bangsa, semua agama, suku, ras dan kelompok.” Ujar Haikal Hassan saat dihubungi oleh KompasTV.


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x