Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Luhut Sebut untuk Pensiunkan PLTU Butuh 8,58 Miliar Dolar AS Investasi

Rabu, 9 Februari 2022 | 17:21 WIB
luhut-sebut-untuk-pensiunkan-pltu-butuh-8-58-miliar-dolar-as-investasi
PLTU Palabuhanratu adalah salah satu PLTU milik PLN yang menggunakan batubara untuk bahan bakarnya.  (Sumber: PLN)

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV –  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, untuk menutup pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU batu bara membutuhkan sekitar 8,58 miliar dolar AS untuk dukungan  investasi hingga 2030 mendatang.

Menurutnya, pensiun dini PLTU dan menggantinya dengan energi terbarukan memungkinkan dengan dukungan investasi .

"Total 5,5 Giga Watt (GW) pensiun dini akan mungkin dilakukan sebelum 2030 dengan 8,58 miliar dolar AS dukungan investasi," katanya dalam Mandiri Investment Forum 2022 di Jakarta, Rabu (9//2/2022), dilansir dari Antara.

Dalam hal ini, pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (EBT). Pemerintah juga akan mendorong bauran EBT menjadi 51 persen pada 2030 berdasarkan RUPTL (rencana usaha penyediaan listrik) dan besarannya akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga 2060.

Hal itu dilakukan sejalan dengan target Indonesia untuk bisa mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

"Indonesia punya potensi EBT hingga 472,6 GW yang terdiri dari berbagai sumber, seperti surya, air, angin, bioenergi, panas bumi dan laut," ujar Luhut.

Baca Juga: Tutup PLTU Batu Bara Beralih ke PLTS Tak Bisa Buru-buru, Keuangan Negara Taruhannya

Ia menuturkan, pemerintah juga berencana untuk membangun jaringan listrik super (supergrid) di 2025 untuk menyeimbangkan gap antara permintaan dan pasokan listrik di seluruh negeri.

Pemerintah Indonesia juga memformulasikan pajak karbon dengan mekanisme cap and trade. "Pajak karbon akan dikenakan untuk PLTU pada April 2022 dengan mekanisme cap and trade," katanya.

Selain itu, di sektor komoditas, lanjutnya, Indonesia telah mengamankan pasokan mineral yang dibutuhkan dalam energi bersih. Oleh karena itu, ia meminta industri hilir untuk tak lagi bergantung pada ekspor mineral mentah.

Terlebih, Indonesia juga tengah mendorong pengembangan industri kendaraan listrik dan baterai kendaraan listrik yang membutuhkan pasokan nikel sebagai bahan bakunya. Menurut rencana, akan mengimplementasikan 3 juta unit mobil listrik pada 2030.

Baca Juga: Pajak Karbon Dimulai Tahun Depan, Sektor Awal yang Disasar adalah PLTU Batubara

 


Sumber : Kompas TV/Antara

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Harga Mie Kering Mulai Naik

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:45 WIB
Berita Daerah

Fashion Show Dengan Barang Bekas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:41 WIB
Close Ads x