Kompas TV video vod

Warga di Bandar Lampung Harus Celup Jari ke Tinta Sebagai Penanda Telah Beli Migor!

Jumat, 18 Februari 2022 | 11:56 WIB

Penulis : Shinta Milenia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.TV - Kebijakan minyak goreng satu harga berimbas pada kelangkaan minyak goreng, baik kemasan maupun curah.

Sudah sepekan lamanya, pedagang di pasar tradisional di Bandar Lampung mengeluhkan kekosongan minyak goreng kemasan atau curah.

Adapun stok tersisa dijual mencapai Rp 25.000 per liternya, jauh di atas harga eceran tertinggi yang telah ditentukan sebesar Rp 14.000.

Para pedagang berharap adanya pengawasan terkait minyak goreng yang beredar di pasaran agar tak merugikan pedagang maupun konsumen.

Baca Juga: Heboh Soal Minyak Goreng Palsu di Kudus, Polisi Lakukan Pengejaran!

Ratusan warga rela berdesak desakkan untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga murah di sebuah minimarket di Bandar Lampung.

Warga yang mengantre juga berasal dari luar daerah, seperti Kabupaten Lampung Selatan.

Setiap konsumen dijatah hanya boleh membeli sebanyak 2 liter, seharga Rp 28.000.

Uniknya, warga yang telah mendapatkan minyak goreng diwajibkan mencelupkan jari ke tinta sebagai penanda telah membeli minyak goreng.

Baca Juga: Kementerian ESDM Bantah Program Biodiesel Sebabkan Minyak Goreng Langka


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x