Kompas TV nasional politik

Jokowi Mania Tolak Ide Penundaan Pemilu dan Presiden Tiga Periode

Kamis, 3 Maret 2022 | 20:40 WIB
jokowi-mania-tolak-ide-penundaan-pemilu-dan-presiden-tiga-periode
Ketua Umum Jokowi Mania Immanuel Ebenezer menolak penundaan Pemilu 2024 dan juga perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. (Sumber: Dokumentasi Joman. )

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Hariyanto Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Jokowi Mania Immanuel Ebenezer menegaskan pihaknya menolak wacana penundaan Pemilu 2024.

Bukan hanya itu, kelompok relawan pendukung Joko Widodo ini juga menolak perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode.  

Bagi Jokowi Mania, mengusulkan penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden sama saja dengan mengkhianati cita-cita reformasi.

Baca Juga: Soal Penundaan Pemilu 2024, Ketua Umum PAN: Usul Saja, Masa Tidak Boleh

“Wacana perpanjangan dan gagasan tiga periode ini jelas jelas sekali mengkhianati cita-cita reformasi yang telah saya perjuangankan dengan kawan-kawan (aktivis) 98,” ujar Imanuel, dalam pernyataannya lewat video, Kamis (3/3/2022)

Bukan hanya itu, dia menilai penundaan pemilu dan memperpanjang jabatan presiden adalah pengingkaran terhadap konstitusi dan mengkhianati demokrasi.

Immanuel juga menyamapaikan bahwa sikap Presiden Joko Widodo jelas menolak untuk memperpanjang masa jabatannya.

Baca Juga: PKB Tegaskan Usulan Penundaan Pemilu Bukan Instruksi Luhut Panjaitan

“Presiden sudah menyatakan bahwa yang mendukung tiga periode sama saja mencari muka menampar muka saya dan menjerumuskan saya,” urainya.

Karena itu selaras dengan Joko Widodo, kelompok relawan pun bersikap  sama.

“Kami tegak lurus terhadap keputusan dan sikap presiden yang menolak tiga periode dan menolak perpanjangan masa jabatan presiden,” urainya.

Baca Juga: 2 Lembaga Survei Sebut Masyarakat Tak Setuju Penundaan Pemilu 2024, Walau Pandemi Belum Berakhir

Imanuel menyatakan tidak ingin Presiden Joko Widodo dijerumuskan ke dalam kesesatan politik di balik wacana penundaan pemilu.

 


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x