Kompas TV bbc bbc indonesia

Varian Omicron Menyebar Cepat di Indonesia, Kapan Pandemi akan Berakhir?

Minggu, 6 Maret 2022 | 22:59 WIB
varian-omicron-menyebar-cepat-di-indonesia-kapan-pandemi-akan-berakhir
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. (Sumber: Shutterstock)

Penulis : Edy A. Putra

Tepat dua tahun setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia pada 2 Maret 2020, penularan virus corona belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kendati penularan harian menunjukkan tren menurun, ancaman varian Omicron masih patut diwaspadai di saat program vaksinasi belum tuntas.

Mobilitas masyarakat pun tetap tinggi terutama saat libur panjang - seperti terjadi pada akhir Februari - walau pemerintah masih menerapkan kebijakan PPKM level 3 dan 4 di berbagai tempat.

Para pakar kesehatan mengingatkan kerumunan orang di suatu tempat dengan disiplin protokol kesehatan yang longgar tetap berisiko memicu kasus infeksi Covid-19 kendati sudah banyak yang divaksin.

"Menurut saya pemerintah mulai melonggarkan aturan yang mungkin mengaminkan keinginan masyarakat," kata epidemiolog dari Universitas Sriwijaya, Najmah Usman, sehingga ini jadi tantangan dalam mengendalikan laju penularan.

Padahal, menurut grafik di bawah ini, tren garis kasus Covid yang terkonfirmasi menunjukkan Indonesia masih dilanda gelombang ketiga.

Angka infeksi harian Covid pada Februari lalu - yaitu 64.718 kasus pada tanggal 16/02 - melampaui rekor pada gelombang kedua (Juli 2021) dan gelombang pertama (Januari 2021).

Pembatasan mobilitas masyarakat, mulai dari PSBB hingga PPKM, tidak dapat menahan laju kenaikan infeksi.

Baca juga:

Walau dalam beberapa hari terakhir angka kasus baru per harinya menunjukkan tren menurun hingga akhir Februari, tingkat kematian penderita Covid tetap signifikan, masih di atas 200 kasus per hari.

Tanda-tanda Indonesia masuk gelombang ketiga adalah saat terjadi peningkatan tajam kasus harian dari 11.000 menjadi 17.000 di awal Februari dan positiviy rate sudah di atas 30 persen, ungkap Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Efek Omicron




Sumber : BBC

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x