Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Jangan Jerumuskan Jokowi soal Masa Jabatan, Kembali Fokus Pemilu 2024 OPINI BUDIMAN

Sabtu, 9 April 2022 | 08:55 WIB

Penulis : Muhammad Fajar Fadhillah

Presiden Jokowi, telah meminta menterinya untuk tidak berbicara soal penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Instruksi tersebut disampaikan presiden kepada para menteri di istana negaral, Selasa 5 april 2022.

Instruksi presiden Jokowi itu tepat. Wacana yang dikembangkan para  menteri Jokowi, soal penundaan Pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, presiden tiga periode, amandemen konstitusi telah membuat kegaduhan politik.

Situasi ini menambahkan kejengkelan publik, yang sedang berjuangan menghadapi kesulitan hidup.

Selama ini, berbagai manuver dilakukan dalam bentuk mobilisasi kepala desa lewat organisasi APDESI yang mewacanakan masa jabatan presiden tiga periode.

Langkah mobilisasi itu menambah kegaduhan politik. Manuver itu selain bertentangan dengan konstitusi, Juga tidak tepat waktu, tidak sentitif di tengah derita rakyat.

Manuver itu, meskipun sah sebagai aspirasi demokrasi, bisa menjerumuskan presiden Jokowi.

Legacy presiden Jokowi dalam bentuk infrastruktur, bisa tidak diingat publik, ketika wacana perpanjangan masa jabatan presiden terus disuarakan.

Dengan penegasan presiden Jokowi itu, biarlah kontestasi dan tahapan Pemilui berjalan dengan pasti menuju Pemilu 14 februari 2024,

Tiga nama merajai survei untuk  menjadi presiden 2024-2029. Nama itu tidak berubah. Mereka adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan gubernur jakarta Anies Baswedan.

Gagasan presiden tiga periode, akan membuyarkan, kans Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Erick Thohir dan kandidat lain, untuk memimpin negeri. Namun, semua itu tergantung pada rakyat sejatinya, bukan hanya wakil rakyat atau partai politik.

Video Editor: Farhan


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x