Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Pesan untuk Pemerintahan Jokowi: Berempatilah Pada Rakyat! OPINI BUDIMAN

Sabtu, 30 April 2022 | 08:55 WIB

Penulis : Muhammad Fajar Fadhillah

Jajak pendapat Litbang Kompas, yang dirilis senin 25 april 2022, menyampaikan sebuah pesan penting kepada pemerintah presiden Jokowi: berempatilah pada nasib rakyat!

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan 5-9 april 2022 tersebut, tujuh dari sepuluh responden mengaku kesulitan menjangkau harga kebutuhan pokok, yang melonjak. Sedang delapan dari sepuluh responden merasa terdampak pada kenaikan harta pertamax.

Persepsi dan suara rakyat ini patut diberi perhatian. Presiden Jokowi padahal  telah melakukan banyak hal untuk meringankan beban rakyat.

Memberikan bantuan langsung tunai, kepada rakyat yang membutuhkan. Presiden sendiri sering melakukan kunjungan sekaligus memberikan bantuan langsung, kepada orang yang dijumpainya,

Namun, seperti itulah persepsi responden. Responden punya persepsi, pemerintah lebih fokus mengurus pembangunan ibukota negara ketimbang mempertimbangkan nasib rakyat yang tercekik pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

Responden  menilai pemerintah lebih sibuk dengan urusan politik elite, apakah soal penundaan pemilu, periodisasi jabatan presiden, dibandingkan isu mendasar yang dihadapi rakyat.

Yang namanya, persepsi publik sangat tergantung pada kualitas informasi yang didapat responden. Persepsi juga akan sangat tergantung pada rasa perasaan publik.

Karena itulah, problem ekonomi khususnya kenaikan harga bahan pokok dan ketersesiaan bahan pokok perlu menjadi prioritas utama,

Problem kelangkaan minyak goreng yang berlarut, dan melonjak harga-harga ikut menyumbang approval rating publik terhadap pemerintahan presiden Jokowi menurun.

Fokuslah pada rakyat. Kembali kepada komitmen awal untuk berpihak pada rakyat, memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya, sambil menyiapkan instrumen menuju pemilu 2024.

Jika rombak kabinet dipandang perlu, itu adalah hak presiden, seraya memperbaiki komunikasi publik.

Video Editor: Farhan


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x