Kompas TV video vod

Kasus Stunting di Indonesia Masih Tinggi, BKKBN Gelar Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga di Subang

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:45 WIB

Penulis : Aisha Amalia Putri

SUBANG, KOMPAS.TV - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN, menggelar apel siaga Tim Pendamping Keluarga secara nasional di Subang, Jawa Barat.

Dalam acara ini, BKKN menargetkan kasus stunting di Indonesia turun hingga 14 persen di tahun 2024.

Apel siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara bergerak digelar BKKBN di Alun-Alun Kabupaten Subang, pada Kamis (12/05) pagi.

Dalam acara ini hadir sejumlah tokoh, mulai dari kepala BKKBN, Kepala Staf Kepresidenan, Gubernur Jawa Barat, Deputi 5 Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, hingga ribuan Kader PKK dan TPK.

Rangkaian apel siaga dimulai dengan sambutan kesenian tradisional sisingaan khas Subang.

Baca Juga: Meski di Tengah Pandemi, BKKBN Terus Genjot Penurunan Kasus Stunting di Indonesia!

Setelah itu rombongan meninjau pelaksanaan pelayanan KB, serta pelaksanaan vaksinasi booster bagi warga.

Acara dilanjutkan dengan apel siaga yang dilakukan secara serentak se-Indonesia melalui daring.

Apel siaga Tim Pendamping Keluarga atau TPK ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting yang saat ini masih di angka 24,4 persen. 

Indonesia menargetkan penurunan kasus stunting hingga 14 persen pada tahun 2024.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan kader Tim Pendamping Keluarga atau TPK akan bergerak ke pelosok perdesaan.

Tugasnya untuk mendata dan mengedukasi masyarkat sejak pra menikah, pasca menikah, program kehamilan dan pemenuhan gizi balita.

Sementara kepala KSP, Moeldoko menyebut pengentasan stunting merupakan program strategis nasional.

Sehingga diperlukan kerjasama seluruh pihak untuk penuntasannya.


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19