Kompas TV regional agama

Hari Raya Waisak, Warga Muslim di Grobogan Bersihkan Wihara

Senin, 16 Mei 2022 | 17:37 WIB
hari-raya-waisak-warga-muslim-di-grobogan-bersihkan-wihara
Perempuan muslim tampak membersihkan wihara di Dusun Kagok, Desa Ngarap-arap, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Sumber: Kompas TV)

Penulis : Nadia Intan Fajarlie | Editor : Edy A. Putra

GROBOGAN, KOMPAS.TV - Umat Islam turut membantu membersihkan wihara di Dusun Kagok, Desa Ngarap-arap, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) pada Senin (16/5/2022). Di desa ini, umat Buddha dan muslim hidup rukun dan selalu bergotong-royong.

Jurnalis Kompas TV, Rifai Handoko, melaporkan bahwa suasana Waisak sangat terasa di dusun kecil yang berada di perbatasan antara Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora ini.

Warga Dusun Kagok mayoritas beragama Buddha. Sekitar 215 kepala keluarga beragama Buddha, sedangkan 60 kepala keluarga beragama Islam.

"Sekitar 70 persen warga beragama Buddha, sisanya muslim," kata Ketua Wihara Tri Dhamma Loka Bambang Ariyawan.

Setiap menjelang perayaan hari suci Waisak, warga setempat rutin melakukan serangkaian acara, salah satunya membersihkan makam.

"Waisak ini acaranya ada bersih-bersih wihara, bersih-bersih makam, tempat-tempat pepunden, tempat-tempat sakral," terang Bambang.

Saat membersihkan makam, umat Buddha dan muslim saling membantu dan berbaur. Bahkan, tidak ada perbedaan dari makam mereka di sana.

Semuanya menghadap ke utara dan tidak ada batu nisan yang membedakan. Perbedaan yang tampak hanya dari cara berdoa masing-masing umat.

Usai berdoa di makam, mereka membersihkan punden dan tempat suci yang biasa digunakan untuk persembahyangan di beberapa lokasi di kampung.

Untuk persiapan detik-detik Waisak, warga kampung tersebut pun membersihkan area Wihara Tri Dhamma Loka bersama-sama. 

Baca Juga: Dari Candi Mendut ke Borobudur, Umat Buddha Jalankan Tradisi Kirab Waisak di Magelang!

Pada perayaan Waisak kali ini, umat Buddha di Dusun Kagok merayakannya di belakang wihara karena bangunan wihara sedang dalam proses pemugaran.

"Umat muslim itu ada yang membantu menyumbang makanan untuk tukang yang merenovasi wihara," kata Bambang.

Tampak umat muslim, baik perempuan dan laki-laki, turut bergotong royong membantu umat Buddha sebagai bentuk kerukunan warga.

"Seandainya di wihara sedang ada kegiatan, umat muslim turut andil juga," kata tokoh muslim setempat, Sunyono.

Ketika bulan Ramadan, umat Buddha juga gotong royong membantu membagikan takjil dan buka bersama umat muslim.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x