Kompas TV bbc bbc indonesia

Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker di Luar Ruangan, Tak Wajib Tes PCR atau Antigen saat Bepergian

Selasa, 17 Mei 2022 | 22:36 WIB
jokowi-bolehkan-warga-lepas-masker-di-luar-ruangan-tak-wajib-tes-pcr-atau-antigen-saat-bepergian
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) saat mengunjungi Pasar Cibinong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/5/2022). (Sumber: Antara Foto )

Penulis : Redaksi Kompas TV

Masyarakat di Indonesia kini boleh tidak memakai masker saat berada di luar ruangan dan tidak padat orang. Adapun pelaku perjalanan dalam dan luar negeri tidak lagi wajib tes swab PCR dan antigen bila sudah divaksin dosis lengkap, demikian dipaparkan Presiden Joko Widodo dengan memperhatikan "kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali."

"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," ujar Presiden Jokowi saat memberi pernyataan pers di Istana Bogor Selasa sore (17/05).

Baca juga:

Namun untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, Jokowi menyatakan warga tetap harus menggunakan masker. Begitu pula bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lanjut usia, atau memiliki penyakit komorbid maka saya tetap menyarankan untuk memakai masker saat beraktivitas.

"Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," lanjut Jokowi dalam pernyataan yang disiarkan akun Sekretariat Presiden RI di YouTube.

Lalu bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid dosis lengkap, maka kata Jokowi "sudah tidak perlu lagi untuk melakukan tes swab PCR maupun antigen."

Mudik lebaran jadi 'pertaruhan besar' saat situasi pandemi mulai membaik

Sebelumnya juru bicara Satgas Covid-19 menyebut mudik lebaran tahun ini sebagai 'suatu pertaruhan besar' saat situasi pandemi di Indonesia semakin membaik.

Hery Trianto, ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, mengatakan pemerintah berharap kemungkinan kenaikan kasus setelah periode mudik tidak begitu besar dan tingkat keparahannya tidak terlalu berat karena sebagian besar masyarakat sudah divaksinasi.

"Ini memang suatu pertaruhan besar bagi bangsa Indonesia terkait dengan pelaksanaan mudik. Dan kemudian kita lihat apa yang terjadi - apakah akan terjadi kenaikan atau pelandaian seperti sekarang. Semua orang berharap terjadi pelandaian," kata Hery kepada BBC News Indonesia, Rabu (27/04).

Sekitar 80 juta orang diperkirakan akan pulang kampung pada Idulfitri tahun ini, setelah pemerintah untuk pertama kalinya dalam dua tahun membolehkan masyarakat untuk mudik.




Sumber : BBC

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x