Kompas TV nasional kesehatan

Penyakit Misterius yang Serang 8 Warga Cipete Selatan Diduga Zoonosis dari Tikus, Ini Kata Kemenkes

Kamis, 2 Juni 2022 | 00:35 WIB
penyakit-misterius-yang-serang-8-warga-cipete-selatan-diduga-zoonosis-dari-tikus-ini-kata-kemenkes
Petugas Subdit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan memeriksa sampel tikus yang diduga menjadi perantara penyakit misterius menyerang delapan warga Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan untuk meneliti penyakit misterius yang menyerang delapan warga warga Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Tim kesehatan dari Subdit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik
Kemenkes telah mendatangi lokasi warga yang terserang penyakit misterius tersebut.

Tim yang mengenakan pakaian pelindung diri lengkap (APD) tersebut kemudian mengambil sejumlah
sampel dari tikus yang ditangkap di kawasan perumahan warga yang terpapar virus misterius
untuk diteliti.

Baca Juga: 2 Warga Cilandak Terinfeksi Penyakit Zonosis, Diduga dari Tikus!

Sorta, salah satu petugas dari tim kesehatan Kemenkes menjelaskan penyakit misterius yang
menyerang warga Cipete Selatan diduga ditularkan dari tikus.

"Kita sebut zoonosis. Jadi kita sekarang melakukan pemeriksaan baik itu virus atau bakteri
yang akan kita ambil melalui swab," ujar Sorta, Rabu (1/6/2022). Dikutip dari Kompas.com.

Sorta menambahkan selain swab mulut dan anus tikus, tim juga mengambil sampel darah, hati dan
ginjal. 

Sampel-sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium di Institut Pertanian Bogor untuk
meneliti kemungkinan penularan penyakit delapan warga Cipete Selatan berasal dari tikus atau
penyakit zoonotik.

Baca Juga: 8 Warga Cipete Selatan Terserang Penyakit Misterius, Gejalanya Demam Tinggi dan Ada Bercak Merah

Menurutnya, ada beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh hewan pengerat tersebut. Di antaranya Leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.

Kemudian Hanta Virus. Penyebaran infeksi Hanta Virus ke manusia umumnya terjadi melalui
kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi.

"Pemeriksaan virus atau bakteri kita ambil melalui swab dari mulut, dari anus, dan
pengambilan darah, serta pengambilan ginjal," ujar Sorta.

Baca Juga: Viral Video Bakso Tikus di Karawang, Polisi Lakukan Uji Laboratorium, Begini Hasilnya

Adapun gejala yang dialami delapan warga yang diduga terinfeksi penyakit Zoonotik dari tikus ini mengalami demam tinggi, tulang terasa ngilu atau nyeri pada tulang dan bercak merah di lengan dan kaki. 
 


Sumber : Kompas TV/Kompas.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x