Kompas TV kolom opini

Apa yang Salah?

Sabtu, 18 Juni 2022 | 07:05 WIB
apa-yang-salah
Arca Budha di stupa Candi Borobudur (Sumber: Istimewa via triaskredensialnews.com)

Penulis : Redaksi Kompas TV

Trias Kuncahyono, Penulis adalah jurnalis di Harian Kompas

YA, apa yang salah di negeri ini, Bung? Begitu pertanyaan seorang kawan, suatu sore pada hari Rabu, sebagaimana biasanya kami bertemu, untuk ngobrol dan ngopi.

Kawan itu bertanya setelah jagad media sosial juga media online ramai membahas cuitan soal stupa di Candi Borobudur.

Memang, ada-ada saja yang dijadikan sebagai bahan untuk menyulut keributan, kehebohan, dan kegaduhan. Dan, ada pula orang yang hobi mencari-cari hal untuk diributkan, digoreng-goreng, dibumbu-bumbuin, dan kemudian disebarluaskan lewat media sosial.

Lantas–kalau sudah ribut, hiruk-pikuk, gaduh, muncul beragam komentar dari segala penjuru dan dari berbagai orang baik dari orang biasa  sampai yang tidak biasa, media sosial heboh, muncul kebencian, masuk ke ranah hukum–minta maaf. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Padahal kata orang, “the damage has been done.” Maka, ucapan minta maaf itu sama sekali tak memulihkan keadaan.

Memang, minta maaf itu penting. Itu adalah ekspresi, ungkapan dari rasa bersalah, pengakuan telah berbuat salah. Tetapi, sekali lagi, kerusakan telah terjadi. Anyaman tikar kebangsaan, robek sudah.

Dan hal seperti itu,  berulangkali terjadi, dilakukan oleh berbagai orang dengan beragam motivasi, bermacam-macam kehendak hati dan tujuan.

Baca Juga: GOLEK JENENG…

Seperti nggak ada persoalan yang lebih penting bagi bangsa dan negara ini ketimbang bikin bising  heboh, gaduh, menebar hoaks, berita bohong, kebencian, dan juga isu-isu yang memecah-belah.

Ilustrasi tidak boleh terdengar suara. (Sumber: Istimewa via triaskredensialnews.com)

Layak dan pantas, kalau ada yang bertanya: Mengapa orang suka membuat keributan? Mengapa orang senang membuat kegaduhan? Apa yang ia atau mereka cari?

Apakah mencari keuntungan politik? Keuntungan finansial? Melemahkan pemerintah atau mau menunjukkan bahwa pemerintah tak berdaya? Perpecahan bangsa? Atau sekadar cari popularitas?

Ya, banyak memang sekarang ini yang mencari popularitas. 


Sumber : triaskredensialnews.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x