Kompas TV nasional politik

Fakta-fakta Partai Demokrat, Elektabilitas Tertinggi Nomor 3 Menurut Survei Litbang Kompas

Selasa, 21 Juni 2022 | 09:43 WIB
fakta-fakta-partai-demokrat-elektabilitas-tertinggi-nomor-3-menurut-survei-litbang-kompas
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama sejumlah kader. (Sumber: Istimewa)

Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas pada 26 Mei - 4 Juni 2022 menunjukkan bahwa Partai Demokrat masuk ke golongan partai papan atas dengan elektabilitas 11,6 persen.

Elektabilitas Partai Demokrat menduduki nomor tiga, setelah Partai PDI Perjuangan (22,8 persen) dan Partai Gerindra (12,5 persen).

Golongan partai papan atas ini juga diduduki oleh Partai Golkar yang memiliki elektabilitas sebanyak 10,3 persen.

Diketahui, survei ini diikuti oleh 1.200 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Hasil Survei Litbang Kompas: 7 Parpol Punya Elektabilitas di Bawah 1 Persen, Termasuk PSI

Fakta-Fakta Partai Demokrat

1. Peran SBY

Berdirinya Partai Demokrat lekat dengan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di bawah Presiden Megawati.

SBY menjadi figur yang kuat dalam partai tersebut dan dinilai mampu membuat perkembangan partai cukup pesat.

Partai Demokrat terbentuk pada 9 September 2001, 21 tahun yang lalu, di mana pada kala itu posisi Ketua Umum dijabat oleh Subur Budhisantoso didampingi Ani Yudhoyono (istri SBY) sebagai Wakil Ketua Umum.


Dalam kurun waktu setahun, Partai Demokrat mampu membentuk sebanyak 29 Dewan Pimpinan Daerah (DPP) di Indonesia.

Sampai saat SBY menjabat sebagai presiden, partai ini mampu melebarkan pengaruhnya di sejumlah wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Kepuasan Publik terhadap Jokowi-Ma’ruf Turun, Demokrat: Ini Kode Keras Rakyat kepada Pemerintah

2. Kader yang terlibat korupsi


Sumber : Kompas.id

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x