Kompas TV nasional politik

Dasco Bongkar Maksud Muzani soal Sosok Pemimpin Lupa Terima Kasih dan Lawan Partai yang Membesarkan

Senin, 27 Juni 2022 | 17:02 WIB
dasco-bongkar-maksud-muzani-soal-sosok-pemimpin-lupa-terima-kasih-dan-lawan-partai-yang-membesarkan
Sufmi Dasco Ahmad, saat Doorstop (Sumber: Leo dan Satrio Kompas TV - JAKARTA)

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Fadhilah

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta pernyataan Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani soal pemimpin yang tidak tahu berterima kasih tidak disikapi berlebihan.

“Saya pikir yang dinyatakan Pak Muzani secara umum perumpamaan yang ada dalam menyikapi dinamika politik di Indonesia,” kata Sufmi Dasco Ahmad dalam wawancaranya dengan Jurnalis KOMPAS TV Dian Lestary, Senin (27/6/2022).

“Sehingga saya pikir itu tidak perlu dibesar-besarkan.”

Menurut Dasco, pernyataan Muzani adalah pengingat agar seluruh pihak mampu berpolitik secara santun dan bijaksana.

Baca Juga: Ditanya Parpol Paling Potensial untuk Berkoalisi dengan Gerindra, Ini Jawaban Prabowo

“Itu tetap menjadi acuan berpolitik yang santun dan bijak bagi kita semua,” ujar Dasco.

Sebelumnya, mengutip Antara, Ahmad Muzani bercerita tentang adab politik di Indonesia dimana pemimpin jarang sekali menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkannya.

“Dalam adab politik di Indonesia jarang sekali para pemimpin kita menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkannya,” kata Muzani saat menghadiri acara wisuda Pondok Pesantren Riyadhussalam pimpinan KH Abdul Wahid, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Prabowo Sebut Gerindra dan Demokrat Punyak Banyak Persamaan Ideologi, Visi, hingga Komitmen

“Apalagi berterima kasih kepada partai yang telah mengangkat namanya.”

Dalam pernyataannya, Muzani kemudian menyampaikan tradisi politik yang tidak berterima kasih tersebut sebagai adab dan akhlak yang tidak baik.

“Orang yang dibersarkan partai, justru bersaing dengan partai yang membesarkannya, bersaing demi jabatan-jabatan. Adab politik kita telah dijauhi oleh pelaku politik kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Muzani pun berpesan kepada siswa yang telah diwisuda untuk tidak melupakan jasa kiai, guru, dan orang tua yang membesarkan, termasuk jasa pondok pesantren yang merupakan almamaternya.

Baca Juga: Usai Bertemu Surya Paloh, Giliran AHY Sambangi Prabowo, Sinyal Demokrat Berkoalisi dengan Gerindra?

“Hormatilah para gurumu, kiaimu, para ustaz yang telah mengajarmu memberikan ilmu-ilmu kehidupan yang berguna bagimu dan agama. Jangan sekali kali kalian lupa, apalagi mengkhianati orang-orang yang telah membesarkanmu,” ujarnya.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x