Kompas TV nasional politik

Demokrat: Perang Antara Jokowi dan Prabowo Seakan Mau Diturunkan ke Ganjar dan Anies

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:46 WIB
demokrat-perang-antara-jokowi-dan-prabowo-seakan-mau-diturunkan-ke-ganjar-dan-anies
Kolase foto Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. (Sumber: Tribun Timur)

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Partai Demokrat menyatakan tak sepakat dengan usul yang digulirkan Partai Nasional Demokrat atau NasDem yang ingin menduetkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden atau Pilpres 2024 mendatang.

Diketahui, Partai NasDem beranggapan dengan menduetkan Anies dan Ganjar, akan mampu menghilangkan polarisasi di tengah masyarakat yang terjadi sebagai imbas Pilpres 2014 dan 2019 silam.

Baca Juga: Jaksa Agung: Pengguna Narkoba Lebih Tepat Direhabilitasi, Bukan Dipenjara

Menurut Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, langkah tersebut alih-alih menjadi solusi, justru hal itu malah memunculkan pertanyaan.

Herzaky menuturkan, dengan menduetkan Anies dan Ganjar, sama saja menuduh kedua sosok tersebut dan para pendukungnya merupakan sumber polarisasi.

Ia menjelaskan, polarisasi yang terjadi di masyarakat berawal pada Pilpres 2014 yang hanya diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. 

Peristiwa yang sama kemudian terjadi lagi pada Pilpres berikutnya atau pada 2019, yakni ketika Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin kembali bertarung dengan Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Baca Juga: Rombongan Jokowi Mendarat di Rzeszow Polandia, Hanya Sebagian yang Boleh Lanjut ke Kiev Ukraina

Herzaky menilai pertarungan antara Jokowi dan Prabowo yang terjadi selama dua kali periode pilpres seolah akan diturunkan ke Ganjar dan Anies.

“Mengapa seakan perang di antara Jokowi dan Prabowo seakan mau diturunkan ke Ganjar dan Anies? Siapa yang sebenarnya mendapat untung dari polarisasi selama 2014 dan 2019? Pihak mana? Tokoh mana?” katanya kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Herzaky, karena itu, mengingatkan kepada semua pihak untuk berhati-hati. Ia menyebut ada kelompok-kelompok yang diduga menginginkan keterbelahan itu terjadi.

Adapun sikap Partai Demokrat, Herzaky menegaskan, tetap konsisten untuk melawan wacana-wacana tersebut. Hal itu, kata dia, sebagaimana disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).



Sumber : Kompas TV/Kompas.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Harga Mie Kering Mulai Naik

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:45 WIB
Close Ads x