Kompas TV internasional kompas dunia

Kisah Wali Kota di Meksiko yang Nikahi Buaya Betina, Ternyata Upacara Kuno untuk Kemakmuran Kota

Jumat, 1 Juli 2022 | 17:53 WIB
kisah-wali-kota-di-meksiko-yang-nikahi-buaya-betina-ternyata-upacara-kuno-untuk-kemakmuran-kota
Foto ilustrasi Buaya. Seorang wali kota di Meksiko melakukan langkah unik dengan menikahi seekor buaya betina yant ternyata bertujuan tertentu. (Sumber: AP Photo)

Penulis : Haryo Jati | Editor : Gading Persada

SAN PEDRO HUAMELULA, KOMPAS.TV - Seorang wali kota di Meksiko melakukan langkah unik dengan menikahi seekor buaya betina.

Ternyata pernikahan tersebut merupakan upacara kuno agar kota yang dipimpinnya mendapatkan kemakmuran.

Upacara tersebut dilakukan Wali Kota San Pedro Huamelula, Victor Hugo Sosa.

Baca Juga: Polandia Selesai Bangun Tembok Perbatasan dengan Belarusia, untuk Halangi Migran Masuk?

Ia melakukan upacara pernikahan yang penuh warna saat musik tradisional dimainkan, dan orang-orang menari.

Pemimpin adat pun menyegel pernikahan itu dengan ciuman Sosa kepada buaya betina, yang dipanggil 'putri kecil'.

Sosa sendiri mencium buaya tersebut, yang mulutnya diikat untuk menghindari gigitan.

Dikutip dari Bangkok Post, upacara pernikahan ini berasal dari abad-abad pra-Hispanik, yang dilakukan suku pribumi di Oaxaca, yaitu suku Chontal dan Huave.

Upacara ini dilakukan untuk meminta karunia alam dan kemakmuran.

“Kami meminta diberikan cukup hujan, cukup makanan, dan memiliki ikan di sungai,” tutur Sosa, yang memimpin desa kecil nelayan di Pantai Pasifik.

Oaxaca, yang berada di selatan Meksiko, merupakan bagian negara itu yang kaya dengan kebuadayaan suku pribumi.

Wilayah itu juga menjadi rumah dari banyak suku yang masih mempertahankan bahasa dan tradisi mereka.

Baca Juga: Mengejutkan, Donald Trump Dilabeli Ancaman Domestik yang Tak Pernah Dihadapi AS

Upacara kuno di San Pedro Huamelula, yang telah tercampur dengan budaya Katolik, melibatkan buaya atau kaiman yang didandani dengan gaun putih.

Buaya berusia 7 tahun itu dipercaya sebagai sosok yang mewakili ibu bumi, dan pernikahannya dengan pemimpin lokal menjadi simbol penyatuan manusia dengan ilahi.

Saat terompet dibunyikan dan drum memberikan irama yang meriah, penduduk setempat membawa pengantin buaya di tangan mereka melalui jalan-jalan desa.

Saat itu para pria mengipasinya dengan topi mereka.


Sumber : Bangkok Post

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x