Kompas TV nasional hukum

Kasus Brigadir J Momentum Bangun Kepercayaan Polri, Pakar Sebut Ada Intrik Politik

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:15 WIB
kasus-brigadir-j-momentum-bangun-kepercayaan-polri-pakar-sebut-ada-intrik-politik
Kasus Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, disebut-sebut merupakan momentum untuk membangun kepercayaan Polri. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, disebut-sebut merupakan momentum untuk membangun kepercayaan Polri.

Hal itu dibenarkan oleh Usman Hamid, Dewan Pakar Peradi. Ia mengaku setuju dengan pernyataan bahwa ini merupakan momen bersih-bersih korps Bhayangkara.

“Saya setuju (ini momen bersih-bersih korps bhayangkara),” tuturnya dalam dialog Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Rabu (17/8/2022).

“Saya kira bukan hanya di korps kepolisian melalui mekanisme internal seperti penempatan khusus, atau penindakan terhadap pelanggaran etik, atau juga misalnya pelanggaran hukum pidana, tapi juga kontrol di DPR,” urainya.

Menurutnya, DPR perlu memfungsikan peran-peran politisnya dalam mendorong pembersihan kepolisian dari praktik-praktik yang menyimpang, termasuk pejabat-pejabat yang terlibat di dalamnya.

Baca Juga: KPK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Suap Ferdy Sambo ke LPSK Terkait Kasus Brigadir J

Saat pembawa acara, Aiman Witjaksono, menanyakan, apakah ada kemungkinan konflik kepentingan internal politik polri dalam momentum tersebut, Usman menyebut tidak akan dipolitisasi jika pelaksanaannya dilakukan secara transparan.

“Sejauh itu diselenggarakan secara transparan, saya kira itu tidak akan dipolitisasi.”

“Misalnya dinamika internal, itu hal yang wajar, sejauh memang itu bisa diproduktifkan dalam mendorong refomasi yang positif bagi kepolisian.”

Berbeda dengan Usman, Hermawan Sulistyo, Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara, menilai intrik politik dalam program bersih-bersih saat ini pasti ada.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x