Kompas TV regional peristiwa

Saat Emak-Emak Gili Trawangan Ikut Pawai Kemerdekaan sambil Berjoget, Minta Harga Cabe Turun

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:53 WIB
saat-emak-emak-gili-trawangan-ikut-pawai-kemerdekaan-sambil-berjoget-minta-harga-cabe-turun
Emak-emak turut serta dalam pawai perayaan HUT RI ke-77 di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/8/2022). (Sumber: Kompas.tv/Vyara)

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Purwanto

GILI TRAWANGAN, KOMPAS.TV – Dua tahun absen karena pandemi Covid-19, ada yang berbeda dalam arak-arakan pawai peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 yang digelar di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/8/2022).

Bila biasanya kaum ibu alias emak-emak ikut pawai mengenakan pakaian adat berupa kebaya dan kain tenun nan anggun, kali ini mereka tampil berbeda. Kaum emak-emak Gili Trawangan, pada pawai Kemerdekaan tahun ini, memilih mengenakan kostum seragam sekolah dasar (SD).

“Biar seru aja. Kita sudah bosen pakai kebaya, pakai baju-baju adat,” terang Mariana, seorang emak warga Gili Trawangan yang tak mau ketinggalan turut serta dalam arak-arakan pawai.

Baca Juga: Dua Tahun Absen karena Covid, Pawai HUT ke-77 RI di Gili Trawangan Meriah, Turis pun Tak Ketinggalan

“Ini ceritanya kita mengenang masa lalu, saat kita SD. Berapa tahun lalu, ya? Lebih dari 25 tahun lalu,” imbuhnya berseloroh. 

Mariana (kanan) dan Dian (tengah), emak-emak Gili Trawangan yang turut serta dalam pawai peringatan HUT RI ke-77 di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/8/2022). (Sumber: Kompas.tv/Vyara)

Menurutnya, pawai Kemerdekaan kali ini terbilang meriah. Lantaran, selama dua tahun berturut-turut sebelumnya, keriaan arak-arakan pawai tiada gara-gara pandemi Covid-19.

“Lebih bagus dari tahun-tahun kemarin. Kemarin pas Corona kan, ndak boleh kita berkumpul-kumpul. Sekarang boleh,” ujarnya.

“Pokoknya happy-happy!” sahut emak-emak lain yang larut dalam kegembiraan pawai.

“Hari ini kita merdeka dari kewajiban memasak! Merdeka!” seloroh emak-emak yang lain.

Baca Juga: Pawai Budaya Peringati Hari Kemerdekaan

Emak-emak dalam balutan kostum seragam SD ini pun larut dalam kegembiraan, turut berjoget dalam hentakan musik Kecimol, kesenian khas Lombok Timur yang turut memeriahkan arak-arakan pawai. 

Kendati begitu, saat ditanya arti kemerdekaan bagi mereka, kaum emak-emak ini pun tak segan angkat bicara.

“Sandang pangan biar dia (semoga, red) murah, (tarif) listrik turun, (tarif) air turun,” ujar Mariana.

“(Harga) cabe turun!” tukas Dian, seorang emak-emak Gili Trawangan yang lain.

“Juga, keuangan Indonesia lebih bagus. Merdeka!” pungkas Mariana.


 


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x