Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Dukung Kesetaraan Partisipasi Perempuan di Dunia Bisnis, B20 WiBAC Bikin Platform OGWE, Apa Itu?

Jumat, 26 Agustus 2022 | 03:05 WIB
dukung-kesetaraan-partisipasi-perempuan-di-dunia-bisnis-b20-wibac-bikin-platform-ogwe-apa-itu
Ira Noviarti, Chair of B20 WiBAC dan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk membuka G20-B20 Dialogue: Women in Business Action Council pada Selasa (23/8/2022). (Sumber: Dok. B20 Indonesia)
Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Hariyanto Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS.TV - Forum dialog B20-G20 Indonesia Women in Business Action Council (B20 WiBAC) meluncurkan cetak biru platform One Global Women Empowerment (OGWE).

OGWE merupakan platform untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan atau pihak yang memberi bantuan dalam pemberdayaan perempuan pekerja dan pelaku usaha.

Chair of B20 WiBAC, Ira Noviarti, mengatakan bahwa platform ini muncul sebagai jembatan atas adanya jurang kesenjangan kesetaraan partisipasi perempuan dalam dunia bisnis.

Baca Juga: Pertemuan Kedua IAC B20 Bahas Isu Kesetaraan Gender, Kesehatan, dan Keuangan Berkelanjutan

“Kami telah mengkomunikasikan dokumen final B20 WiBAC Policy & Action Recommendation serta peluncuran cetak biru platform One Global Women Empowerment,” kata Ira dalam keterangan yang diterima Kompas TV, Kamis (25/8/2022).

“Untuk memajukan pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, tangguh, dan juga berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan,” sambungnya.

Dokumen final B20 WiBAC Policy & Action Recommendation yang disebutkan Ira, mengambil tiga tema kunci yang berkaitan dengan cara mengatasi kesenjangan kesetaraan partisipasi perempuan di dunia bisnis.

Pertama, pemberdayaan pengusaha perempuan dengan cara mengembangkan ekosistem yang dapat memberikan akses pada bantuan finansial, regulasi, hingga akses pada bantuan teknis bagi pelaku usaha. 

Baca Juga: Delegasi B20 Indonesia Jajaki Peluang Investasi dengan Pengusaha Jepang

Kedua, mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan. Ketiga, mendorong lingkungan yang adil dan aman bagi semua pekerja perempuan di sektor perekonomian informal, termasuk masyarakat di pedesaan.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk itu juga mengatakan bahwa hal ini membutuhkan adanya kolaborasi dari berbagai elemen, yakni pelaku industri, pemerintah, LS, investor, dan seluruh lapisan masyarakat.

Chair of B20 Indonesia, Shinta Kamdani mengatakan bahwa rekomendasi kebijakan ini dapat ditindaklanjuti. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan isu gender dalam G20, di mana pihaknya akan berfokus memberdayakan perempuan, khususnya di sektor bisnis.

Shinta membuka data tentang kondisi perempuan di sektor bisnis, di mana penghasilan perempuan 37 persen lebih rendah dari laki-laki.

Baca Juga: B20 WiBAC Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan untuk Pertumbuhan Ekonomi Global

Data dari World Economic Forum ini juga menunjukkan bahwa pada 2021 hanya terdapat 8 persen dari perusahan Fortune 500 yang dipimpin oleh perempuan.

“Kaum perempuan masih menghadapi bias gender, stereotip hingga ketidaksetaraan di tempat kerja, dunia usaha hingga pendidikan. Jika B20 tidak menyuarakan masalah ini lewat G20, dunia berpotensi kehilangan pemimpin bertalenta dan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by
jixie-logo



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x