Kompas TV nasional sosial

Warganet Sebut Ujian Praktik SIM C Zigzag dan Angka 8 Sulit, Polisi: Supaya Refleknya Tinggi

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 08:34 WIB
warganet-sebut-ujian-praktik-sim-c-zigzag-dan-angka-8-sulit-polisi-supaya-refleknya-tinggi
Foto ilustrasi ujian praktik SIM C (Sumber: Tribratanews.polri.go.id)
Penulis : Dian Septina | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Media sosial ramai dengan keluh kesah warganet yang gagal melewati sejumlah penghalang dengan posisi zigzag dan angka 8 saat menjalani ujian praktik SIM C.

Sebagai informasi, pemohon yang ingin membuat SIM C harus menjalani ujian praktik mengendarai sepeda motor. 

Salah satu materi ujian praktik SIM C adalah pemohon harus melewati ujian berupa lintasan zigzag dan angka 8. Selama menjalani tes, kendaraan peserta tidak boleh menyentuh balok atau kaki turun menyentuh tanah. 

Ujian praktik SIM C tersebut mendapat kritikan warganet karena dinilai menyulitkan dan tidak relevan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Baca Juga: Berkendara Motor Listrik, Pakai SIM C Apa dan Bagaimana Memperpanjangnya?

Terkait hal itu, Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus memberikan penjelasannya.

Yusri mengungkapkan, angka kecelakaan di Indonesia dan dunia pada umumnya sangat tinggi. Untuk itu, Korlantas Polri menurutnya memiliki tugas meningkatkan kompetensi masyarakat dalam berkendara.

Hal itu agar masyarakat mahir dan memiliki pemahaman ketika dihadapkan pada situasi yang tidak terduga di jalan raya.

"Misalnya, ada masyarakat pakai motor tiba-tiba di depannya ada lubang besar, karena sudah mahir, dia reflek langsung, refleknya tinggi," terang Yusri, dilansir Kompas.com, Jumat (28/10/2022).

Baca Juga: Cara Perpanjang SIM Online 2022, Beserta Biaya Medical Check Up untuk SIM A-SIM C

"Itu yang kita ujikan (memutari angka 8 dan zigzag) supaya mereka reflek," sambungnya.

Brigjen Pol Yusri Yunus menjelaskan, ujian SIM terbagi menjadi dua, yakni teori dan praktik. Pada ujian praktik, pihak kepolisian mengajarkan calon pemilik SIM untuk mahir dalam berkendara.


 

Sementara itu, ujian teori dimaksudkan agar calon pemilik SIM memahami aturan berlalu lintas.

"Ujian praktik itu uji kompetensi bagi calon pemilik SIM supaya dia berkeselamatan di jalan. Karena bukan dirinya saja yang jadi selamat, tetapi orang lain juga," jelas Yusri.


Sumber : Kompas TV, Kompas.com

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x