Kompas TV nasional peristiwa

"Ini Bukan Wisata Bencana", Kekesalan Relawan Gempa Cianjur ke Warga yang Datang Hanya untuk Berfoto

Kamis, 24 November 2022 | 20:26 WIB
ini-bukan-wisata-bencana-kekesalan-relawan-gempa-cianjur-ke-warga-yang-datang-hanya-untuk-berfoto
Relawan gempa Cianjur memasang tulisan "Ini Bukan Wisata Bencana" untuk menyindir warga yang datang hanya untuk melihat-lihat dan mengambil foto dan video. (Sumber: Tribunnews/Danang Triatmojo)

Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Edy A. Putra

CIANJUR, KOMPAS.TV - Sebuah tulisan berbunyi “INI BUKAN WISATA BENCANA” terpasang di pinggir jalan Desa Gasol, Cianjur, Jawa Barat. Tulisan itu lahir dari kekesalan relawan gempa Cianjur terhadap mereka yang datang hanya untuk berfoto dan mengambil video.

Eka, salah satu relawan yang membantu korban gempa Cianjur, mengatakan bahwa tak sedikit orang yang datang hanya untuk melihat-lihat.

“Sebenarnya tim kita yang pasang tulisan ini karena kita nggak tahu ya orang yang betul-betul berdonasi atau sekadar mencari nambah follower atau apa, kita nggak paham tujuan mereka,” kata Eka, Kamis (24/11/2022), seperti dikutip dari Tribunnews.

Baca Juga: Bupati Sebut Donasi untuk Korban Gempa Cianjur Terkumpul Rp1,8 Miliar: Sudah 258 Donatur

Tim relawan dan para korban sudah berusaha berpikir positif bahwa orang-orang tersebut datang untuk membantu. Namun, yang terjadi sebaliknya, kebanyakan mereka yang datang hanya untuk berfoto.

“Di lapangan banyak sekali dari warga dan relawan menyaksikan seperti apa,” terangnya.

Eka meminta agar masyarakat mengedepankan empati. Menurutnya, tak etis jika hanya datang untuk sekadar mengambil foto dan video, lalu diunggah ke media sosial.

“Coba kita punya rasa empati di hati sebagai manusia. Bagaimana dampak apa yang kita posting untuk keluarga korban. Tolong jangan memikirkan diri sendiri,” tegasnya.


Baca Juga: 39 Korban Gempa Cianjur Masih Hilang, BNPB Sebut Cuaca dan Medan Jadi Kendala Pencarian

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh tim evakuasi. Analisis Pencarian dan Pertolongan Basarnas Joshua Banjarnahor mengatakan bahwa banyaknya masyarakat yang berdatangan untuk menonton, menghambat proses evakuasi.

Salah satu titik yang banyak didatangi adalah Warung Sate Shinta. Banyaknya orang yang datang justru membuat alat berat sulit masuk.

“Kami mohon, mungkin dari pihak yang berwenang, khususnya di bagian lalu lintas, bantu untuk menertibkan, khususnya di daerah Rumah Makan Sinta, itu kami setiap melakukan evakuasi, banyak sekali warga yang menjadikan lokasi tersebut wisata bencana,” kata Joshua, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: 3 Hari Berlalu, Korban Gempa Cianjur Masih Cari Anaknya di Reruntuhan: Saya Pasrah sama Gusti Allah…

“Jadi, mereka naik motor, berkendara, lalu berhenti di situ, nonton. Akhirnya tim dengan alat berat yang mau masuk jadi sulit. Dan misalnya kita ketemu korban, jadinya korban tersebut sulit juga dibawa ke ambulansnya,” sambungnya.


Sumber : Kompas TV, Tribunnews

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x