Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Kode Presiden Jokowi Soal Model Pemimpin yang Memikirkan Rakyat - OPINI BUDIMAN

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:50 WIB
Penulis : Theo Reza

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pidato presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan seratusan ribu relawan di Gelora Bung Karno hari Sabtu 26 november 2022 viral.

Frase pemimpin berambut putih dan kerutan di wajah sontak menjadi diskursus politik kontemporer. Jokowi mengatakan rambut putih dan kerutan di wajah adalah model pemimpin yang memikirkan rakyat, apa iya?

Viralnya pidato Jokowi menunjukkan bahwa Jokowi masih berkuasa untuk mengendalikan opini politik jelang 2024.

Pernyataan Jokowi kemudian ditafsirkan macam-macam. Ada yang menyebut pemimpin berrambut putih adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga pidato itu dianggap sebagai endorser pada calon tertentu

Namun, beberapa hari selanjutnya Presiden Jokowi memperlebar spekulasi politik bahwa hal itu bisa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Beberapa kali, Presiden Jokowi melontarkan wacana terkait pilpres. Jokowi pernah berbicara jangan terburu-buru, jangan sembrono, yang kita dukung ada di sini, hingga gilirannya pak Prabowo.

Baca Juga: Ekspresi Ganjar Ditanya soal Pemimpin Rambut Putih dan Capres 2024

Memang banyak kritik, agar presiden tidak mengendorse capres pilihannya. Presiden diharapkan bersikap netral. Namun, Jokowi dalam pernyataan lanjutanya justru memperlebar siapa itu rambut putih.

Jika kembali ke konstitusi, Capres dan Cawapres adalah domain parpol dan gabungan parpol. Hanyalah parpol yang memenuhi syaratlah yang berhak mencalonkan presiden dan wapres.

Presiden Jokowi tentunya punya kepentingan agar capres 2024 yang bakal menggantikannya. Capres punya komitmen melanjutkan program tahun jamak yang telah dicanangkannya. Program ibu kota negara adalah proyek strategis yang perlu dipastikan kelanjutannya. Dalam konteks itulah, Jokowi berupaya memberikan arah siapa calon presiden yang akan menggantikannya.

Terlepas dari wacana rambut putih, satu frase yang diajukan Presiden Jokowi adalah pemimpin yang memikirkan rakyat. Frase tersebutlah yang merupakan poin penting yang luput dari perhatian publik,

Pemimpin yang memikirkan rakyat adalah pemimpin yang bukan memikirkan diri sendiri.

Pemimpin yang memikirkan rakyat adalah pemimpin yang bisa melakukan rekonsiliasi di akar rumput setelah pemilihan selesai.

Baca Juga: Mitos Politik di Balik Capres Rambut Putih, Pengamat Sebut Jokowi sedang Unjuk Kekuatan

Pemimpin yang memikirkan rakyat adalah sosok pemimpin yang terus berpikir bagaimana mengurangi korupsi di negeri ini.

Pemimpin yang memikirkan rakyat adalah pemimpin yang punya komitmen mensejahterakan rakyatnya dan menghadirkan keadilan bagi rakyatnya.

Pemimpin yang memikirkan rakyat adalah pemikir yang memikirkan bagaimana mengatasi kesenjangan sosial yang cenderung melebar.

Mandat pemimpin dari rakyat maka ia harus punya tanggung jawab untuk memikirkan rakyatnya.

Video Editor: Novaltri Sarelpa


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Polisi Tangkap 7 Pelaku Judi Sabung Ayam

Selasa, 7 Februari 2023 | 08:28 WIB
Close Ads x