Kompas TV entertainment selebriti

Profil Lord Rangga, Petinggi Sunda Empire yang Lahir di Brebes, Meninggal di Usia 55 Tahun

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:41 WIB
profil-lord-rangga-petinggi-sunda-empire-yang-lahir-di-brebes-meninggal-di-usia-55-tahun
Profil Lord Rangga, petinggi Sunda Empire yang meninggal dunia hari ini, Rabu (7/12/2022) di usia 55 tahun. (Sumber: Kompas.com)
Penulis : Dian Nita | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana alias Lord Rangga meninggal dunia, Rabu, (7/12/2022).

Lord Rangga meninggal dunia setelah sakit dan dirawat di RS Mutiara Bunda Tanjung, Brebes, Jawa Tengah.

"Iya sakit, almarhum meninggal pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB di RS Mutiara Bunda. Selamat jalan sobat, semoga husnul khotimah," kata salah satu kerabat Lord Rangga di Brebes, Muhaemin Primawan, kepada wartawan, pada Rabu.

Sosok Lord Rangga sempat menghebohkan jagat maya setelah pengakuannya terhadap eksistensi Sunda Empire.

Ia kerap muncul di publik dengan mengenakan seragam militer dan menggunakan baret.

Baca Juga: Rangga Sasana alias Lord Rangga, Mantan Pemimpin Sunda Empire Meninggal Dunia

Berikut sejarah Rangga Sasana hingga menjadi Lord Rangga, sang petinggi Sunda Empire.

Profil Lord Rangga

Ki Ageng Rangga Sasana lahir di Brebes, Jawa Tengah pada 12 September 1967. Ia meninggal dunia di usia 55 tahun.

Rangga menghebohkan publik setelah mengaku menjadi Pemangku Bumi atau Pimpinan Dunia Tatanan Baru yang disebut sebagai Kekaisaran Sunda Empire.

Saat itu Sunda Empire juga memiliki dua petinggi lain yakni Nasri Banks selaku Perdana Menteri dan Raden Ratnaningrum selaku Kaisar.

Pada tahun 2022, Sunda Empire mengklaim memiliki 9 dinasti dan deposito di bank USB sebesar 5 juta dollar AS.

Ditetapkan Tersangka

Eksistensi Lord Rangga bersama Sunda Empire membuat polisi bergerak untuk menyelidiki kebenarannya.

Baca Juga: Rangga Sasana: Kekaisaran Sunda Nusantara di Luar Sistem Sunda Empire

Rangga bersama dua petinggi lainnya, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks pada 28 Januari 2020.

Polisi menyebut semua klaim petinggi Sunda Empire tidak mempunyai fakta sejarah berdasarkan koordinasi ahli sejarah.

"Jadi yang disampaikan oleh para tersangka ini tidak ada fakta sejarah maupun referensinya terkait kesejatahan Sunda Empire hubungan dengan kerajaan Sunda terdahulu," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga, dikutip dari Tribunnews.

Usai dinyatakan bersalah, tiga petinggi Sunda Empire termasuk Lord Rangga divonis 2 tahun penjara dan bebas pada April 2021 lalu setelah mendapat program asimiliasi.

Bukan Orang Sunda

Dilansir dari Surya.co.id, pakar telematika Roy Suryo mengungkapkan bahwa Rangga Sasana tak memiliki darah Sunda. 

Menurutnya Rangga lahir di Brebes dan memiliki nama asli Edi Raharjo serta merupakan warga sipil.

Penampilan Lord Rangga yang kerap menggunakan seragam militer, disebut palsu karena ia tak pernah mengenyam pendidikan kemileteran. 

Kehidupan Asli Lord Rangga

Dikutip dari Kompas.com, warga Desa Grinting mengenalnya sebagai profesor Ki Ageng Rangga Sasana 

Wamadiharjo, warga Grinting yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Brebes menyebut Rangga lulusan Sekolah Pertanian Menengah di Baros dan lulus sekitar tahun 1980-an. 

Rangga sempat merantau dan saat kembali ke Brebes mengaku telah menyandang gelar profesor.

Rangga Sasana pernah menikah dengan ES atau Ratu. Namun mereka kemudian bercerai. 

Kata ES, selama berumah tangga, Rangga kerap diskusi dan berkumpul dengan banyak orang yang ia sendiri tak tahu identitas dan profesi rekan-rekan yang berkumpul bersama Rangga. 

Rangga juga aktif berorganisasi meski ia tidak mengetahui pasti organisasi yang diikuti. 


Sumber : Kompas.com, Surya.id

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x