Kompas TV ekonomi ekonomi dan bisnis

HPP Gabah Naik tapi HET Beras Tidak, Pengamat Sebut Kejadian 2024 Bisa Terulang

Kompas.tv - 14 Januari 2025, 06:45 WIB
hpp-gabah-naik-tapi-het-beras-tidak-pengamat-sebut-kejadian-2024-bisa-terulang
Beras Bulog. Pemerintah menaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah mulai 15 Januari 2025. (Sumber: Bulog)
Penulis : Dina Karina | Editor : Edy A. Putra

Baca Juga: Pemerintah Naikkan Harga Gabah Jagung di Tingkat Petani Jadi Rp6.500/Kg

Bagi penggilingan padi, terutama penggilingan padi skala kecil, musim panen raya adalah waktunya bekerja.

Peluang besar mereka untuk bisa mendapatkan gabah, lanjut Khudori, adalah di musim panen raya tahun ini. Namun, karena HET beras tidak dinaikkan, ia menilai setidaknya ada dua pilihan bagi penggilingan.

Pertama, menjual beras sesuai HET beras tapi mengorbankan kualitas. Kedua, menjual beras sesuai kualitas tapi dengan harga di atas HET. Peluang itu ada di pasar tradisional.

"Selama ini, meskipun ada ketentuan HET, pasar tradisional tidak pernah patuh. Dan tak pernah ditindak juga," ucapnya. 

Sementara itu, penggilingan di bawah Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) mau tidak mau harus bekerja menjadi mitra Bulog.

Baca Juga: Penyakit Mulut dan Kuku Merebak, Kementan Jamin Pasokan Daging Sapi untuk Puasa-Lebaran Cukup

"Yang penting perputaran stok cepat. Mungkin karena itu, pengurus Perpadi diundang tatkala pemerintah membahas kapan HPP baru ini akan efektif berlaku. Intinya, swasta 'dipaksa' dulu bekerja untuk memenuhi stok Bulog. Ini agar tidak ada rebutan gabah/beras di pasar. Ujung akhirnya harga juga tidak akan melompat-lompat," terang Khudori. 

Kebijakan ini ada kemungkinan akan diikuti menghilangnya berbagai merek beras premium di pasar modern. Kemungkinan itu terjadi perlahan karena beras produk lama dari gabah dengan harga lama masih beredar di pasar.

Ia menyebut, jika dugaan ini benar, situasi yang terjadi pada Maret-April 2024 berkemungkinan bakal berulang. Yakni beras premium aneka merek akan menghilang dari supermarket dan ritel modern.

Kemudian yang merajai adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik Bulog dan beras khusus karena beras khusus tidak diatur HET-nya.

Baca Juga: Mentan Sebut Indonesia Bisa Stop Impor Beras dengan Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah

Bagi konsumen yang merasa kehilangan aneka merek beras premium di supermarket yang selama ini mereka konsumsi, bisa membeli beras tersebut di pasar tradisional.

"Hampir bisa dipastikan beras premium aneka merek itu bisa ditemukan di sana, seperti yang terjadi di tahun lalu. Tapi harganya berpeluang di atas HET," katanya. 

"Jika kemudian pengadaan beras Bulog tidak juga membaik, berarti ada sesuatu. Nah, sesuatu ini perlu dipastikan apa. Agar pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat berdasarkan bukti-bukti di lapangan (evidence-based policy)," tandasnya. 


 




Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x